Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok ke level 5.436 pada pembukaan Jumat (28/2). Pada pembukaan pagi ini, IHSG tergelincir 1,8 persen atau 99 poin dari level 5.535 pada penutupan Kamis (27/2). Best Profit

Berdasarkan pantauan dari RTI Infokom, selang satu menit setelah pembukaan, IHSG anjlok sebesar 3,53 persen atau sekitar 96 poin ke level 5.340. Terendahnya, IHSG sempat menyentuh level 5.331. Hingga pukul 09.53 WIB, IHSG terpantau berada di level 5.345. Bestprofit

Secara year-to-date, IHSG amblas sebanyak 15,15 persen. Sedangkan dalam periode 1 tahun, IHSG melorot 18,04 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee melihat anjloknya pasar saham karena infeksi virus corona yang semakin masif. PT Bestprofit

“Market rontok karena WHO memutuskan virus corona menjadi epidemi. Kekhawatiran endemi terhadap ekonomi memukuk pasar saham,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/2).

Menurut Hans, investor pun mulai menghitung laba perusahaan 2020 akibat virus corona sehingga membuat pasar saham di sebagian besar negara rontok, termasuk Indonesia.

Terpantau Indeks Nikkei 225 di Jepang rontok hingga 3,48 persen, Hang Seng di Hong Kong turun 2,35 persen. Indeks Dow Jones di AS amblas hingga 4,42 persen.  PT Bestprofit Futures

Hans menambahkan bagi-bagi dividen perusahaan bluechips seperti PT BRI (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. turut mempengaruhi pergerakan IHSG.

Hans memprediksi pasar kembali menguat pada Maret. Penguatan ini sejalan dengan proyeksi ‘bangkitnya’ produksi di China usai terpukul virus corona.

Berdasarkan dashboard Johns Hopkins, hingga pukul 9.33 WIB, tercatat virus corona telah ‘menginfeksi’ 83.342 orang dengan korban meninggal mencapai 2.858. Berdasarkan grafik penyebaran, terlihat jumlah korban di China bergerak stagnan.

Namun, penyebaran virus corona di luar China semakin meluas. Sehingga, menyebabkan kekhawatiran pasar di seluruh dunia.