PT BESTPROFIT FUTURES – Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Suwarjo mengaku bahwa pihaknya sedang mendorong untuk diadakannya upah sektoral bagi para jurnalis di Indonesia. Sebab, menurutnya dengan adanya upah sektoral tersebut, diharapkan para jurnalis dapat sejahtera ke depannya.

“Sekarang AJI sedang mendorong upah sektoral. Sektoral itu di atas upah minimum regional, atau di atas upah provinsi. Upah sektoral ini, diharapkan bisa menjawab kebutuhan standar jurnalis,” ucap Suwarjo di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/12).

Suwarjo mengakui, setiap tahun pihaknya telah merilis upah layak untuk para pemburu berita. “Di Jakarta, kami setiap tahun me-launching upah layak jurnalis untuk 2016 wartawan yang bekerja minimal 2 tahun jumlahnya Rp 6,5 juta, dan itu kita sosialisasikan ke perusahaan-perusahaan pers,” lanjutnya.

Menurutnya, upah jurnalis di Indonesia, khususnya ibu kota masih di bawah. Namun, pihaknya akan terus mendorong agar para jurnalis mendapatkan upah yang layak.
PT BESTPROFIT FUTURES
“Sebagian besar media di Jakarta masih di bawah upah layak jurnalis yang kami rilis. Hanya dua media yang sudah menjawab itu. Sebagian besar media masih di bawah itu, tapi kita terus mendorong. Tidak bisa upah layak jurnalis, upah sektoral ini bisa dikeluarkan oleh menteri ketenagakerjaan,” tutupnya.

“Sekarang AJI sedang mendorong upah sektoral. Sektoral itu di atas upah minimum regional, atau di atas upah provinsi. Upah sektoral ini, diharapkan bisa menjawab kebutuhan standar jurnalis,” ucap Suwarjo di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/12).

Suwarjo mengakui, setiap tahun pihaknya telah merilis upah layak untuk para pemburu berita. “Di Jakarta, kami setiap tahun me-launching upah layak jurnalis untuk 2016 wartawan yang bekerja minimal 2 tahun jumlahnya Rp 6,5 juta, dan itu kita sosialisasikan ke perusahaan-perusahaan pers,” lanjutnya.

Menurutnya, upah jurnalis di Indonesia, khususnya ibu kota masih di bawah. Namun, pihaknya akan terus mendorong agar para jurnalis mendapatkan upah yang layak.

“Sebagian besar media di Jakarta masih di bawah upah layak jurnalis yang kami rilis. Hanya dua media yang sudah menjawab itu. Sebagian besar media masih di bawah itu, tapi kita terus mendorong. Tidak bisa upah layak jurnalis, upah sektoral ini bisa dikeluarkan oleh menteri ketenagakerjaan,” tutupnya.