Turki melancarkan serangan udara pertamanya dalam 17 bulan terakhir ke basis Kurdi di Suriah pada Sabtu (20/3) malam waktu setempat. Best Profit

“Sebuah jet tempur Turki telah menghantam posisi militer Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Desa Saida, Ain Issa, yang menimbulkan ledakan keras,” ujar Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), melansir AFP.Bestprofit

Serangan udara ini merupakan yang pertama kali diluncurkan sejak Operasi Mata Air Perdamaian dimulai pada 2019 lalu oleh Turki dan sekutu Suriah-nya melawan SDF. PT Bestprofit

Operasi itu terputus setelah dua kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Turki bersama Amerika Serikat dan Rusia. Kesepakatan itu memungkinkan Turki menguasai ‘zona aman’ di dalam Suriah sepanjang 120 kilometer. Desa Ain Issa bagaimana pun berada di bawah tangan pasukan Kursi. PT Bestprofit Futures

Serangan udara itu terjadi bersamaan dengan bentrokan dan kekerasan serta tembakan roket yang intensif di garis depan distrik Ain Issa antara pasukan SDF dan faksi yang didukung Turki.

SOHR juga telah mengonfirmasi adanya korban akibat insiden tersebut. Lowongan Kerja

“Bentrokan antara kedua belah pihak telah berlangsung selama 24 jam terakhir. Pasukan Turki kesulitan untuk maju sejak SDF menghancurkan sebuah tank Turki,” ujar Direktur SDF, Rami Abdul Rahman.

Unit Perlindungan Rakyat yang merupakan komponen penting dari SDF dianggap Turki sebagai ‘cabang teroris’ dari Partai Pekerja Kurdistan yang terlarang.

Namun, mereka juga menjadi sekutu utama Amerika Serikat dan lainnya dalam pertempuran melawan kelompok Negara Islam (ISIS) di Suriah.