Sebanyak 18 warga Kanada termasuk di antara 157 korban tewas dalam kecelakaan Ethiopian Airlines di dekat Addis Ababa. Enam orang di antaranya berasal dari satu keluarga.

BEST PROFIT  Melansir media Kanada CBC News, Selasa (12/3/2019), informasi tersebut didapatkan dari Dewan Sekolah Distrik Peel. Dua dari enam anggota keluarga itu berstatus pelajar.  BEST PROFIT FUTURES

Satu keluarga yang tewas tersebut antara lain dua orang pelajar masing-masing Anushka Dixit (13) dan Ashka Dixit (14), orang tuanya Kosha Vaidya (37) dan Prerit Dixit (45), serta nenek-kakek pelajar tersebut yang bernama Pannagesh Vaidya (73) dan Hansini Vaidya (67) BESTPROFIT

“Ini adalah situasi yang sangat tragis bagi keluarga ini,” kata Wali Kota Brampton, Patrick Brown dalam sebuah pernyataan. BESTPROFIT FUTURES

Brown mengatakan, pihaknya akan mengupdate terus mengenai keenam korban dan mengupayakan bantuan BESTPRO yang mungkin diberikan oleh warga kepada keluarga tersebut. PT BESTPROFIT

“Tragedi ini membawa kesedihan yang luar biasa bagi para siswa dan staf di Sekolah Menengah Chinguacousy,” demikian rilis dari pihak sekolah. PT BEST PROFIT FUTURES

Sebelumnya diberitakan CEO Ethiopian Airlines mengatakan penerbangan pesawat Ethiopian Airlines ET 302 itu mengangkut penumpang yang berasal lebih dari 30 negara. PT BEST PROFIT

Dia merinci pesawat nahas itu mengangkut 32 warga Kenya, 18 warga Kanada, 8 warga Ethiopia, 8 warga Italia, 8 warga China, 8 warga AS, 7 warga Inggris, 7 warga Perancis, 6 warga Mesir, 5 warga Belanda, 4 warga India, 4 warga Slovakia, 3 warga Austria, 3 warga Swedia, 3 warga Rusia, 2 warga Maroko, 2 warga Spanyol, 2 warga Polandia, dan dua warga Israel. PT BESTPROFIT FUTURES

Sementara itu, ada 11 negara yang seorang warganya turut menjadi korban, yaitu Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, Yaman, dan Indonesia. BPF