Semarang – BEST PROFIT FUTURES Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, mengajukan lagi permohonan pemindahan penahanan dari Mapolda Jateng ke Lapas Klas I A Kedungpane Semarang. Hakim menyebut akan mempertimbangkan permintaan itu.
BESTPROFIT
Hal itu diungkapkan Taufik lewat kuasa hukum pasa akhir sidang di Pengadilan Tipikor Semarang. Jaksa KPK tidak keberatan dan majelis hakim akan mempertimbangkannya.
BESTPROFIT FUTURES
Usai sidang, Taufik menyebut permintaan serupa sebelumnya ditolak karena ada saksi untuk kasusnya yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Kedungpane antara lain Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi dan eks Bupati Kebumen, M Yahya Fuad.
PT BESTPROFIT
“Saya serahkan sepenuhnya ke majelis. Kemarin teknis ada saksi yang di Lapas. Ini saksi sudah habis yang di Lapas,” kata Taufik, Rabu (01/4/2019). PT BEST PROFIT FUTURES

Sementara itu, Jaksa KPK, Eva Yustisiana, mengatakan tidak masalah dengan BESTPRO permintaan tersebut. Pihaknya juga menyerahkan keputusan kepada majelis hakim. “Iya itu sudah biar keputusan hakim saja, kami tidak keberatan,” kata Eva.
PT BEST PROFIT
Diberitakan sebelumnya, jaksa menyebut dalam perkara yang menjerat Taufik, total uang suap yang diterima yaitu Rp 4,85 miliar. Taufik menerima suap dari eks Bupati Kebumen Yahya Fuad sebesar Rp 3,65 miliar dan dari eks Bupati Purbalingga Tasdi sebesar Rp 1,2 miliar. BPF

Jaksa dari KPK menyebut Taufik meminta fee 5 persen kepada dua bupati itu dengan janji akan memperjuangkan kepengurusan DAK. Di Kebumen, DAK 2016 yang diajukan Rp 100 miliar, cair Rp 93,3 miliar. Kemudian di Purbalingga, DAK tahun 2017 yang diajukan sebesar Rp 40 miliar.
PT BESTPROFIT FUTURES
Selama persidangan ini, Taufik mendekam di sel Tahanan dan Barang Bukti Mapolda Jateng. Pertimbangannya selain karena saksi di Lapas, pengobatan yang harus dilakukan terdakwa bisa mudah karena Mapolda Jateng dekat RSUP dr Kariadi dan RS Telogorejo. “HB saya rendah,” ujar Taufik saat ditanya penyakitnya. BEST PROFIT