Mengkhayal sering kali mendapatkan pandangan negatif. Padahal, studi terbaru menunjukkan mengkhayal dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia. Aktivitas sederhana ini baik untuk kesehatan mental. Best Profit
Studi yang dipublikasikan di jurnal Emotion menyatakan mengkhayalkan topik-topik yang bermakna seperti kenangan indah tentang orang yang dicintai atau berimajinasi memenangkan semua rintangan dan cobaan, terbukti dapat meningkatkan rasa bahagia. Bestprofit

Hasil studi ini didapatkan setelah peneliti menguji kesenangan yang diperoleh seseorang dari proses berpikir termasuk melamun. PT Bestprofit

Saat partisipan dibiarkan melamun mengenai topik yang netral atau mengkhawatirkan, partisipan cenderung merasa negatif. PT Bestprofit Futures

Namun sebaliknya, saat diminta untuk membayangkan sesuatu yang positif misalnya kekuatan super atau ciuman pertama, lebih dari 50 persen partisipan merasa lebih positif atau bahagia.

Menurut peneliti, seperti dikutip dari CNA, mengkhayal menuntut seseorang untuk berpikir karena harus membayangkan keseluruhan adegan. Saat melamunkan hal yang positif, otak juga akan ikut merasa bahagia.

Begitu pula saat otak mengkhayalkan sesuatu yang negatif. Lamunan yang negatif atau melamun saat merasa tertekan juga dapat membuat seseorang mengalami stres pascatrauma.

Untuk mendapatkan manfaat dari mengkhayal, para peneliti menyarankan untuk mencoba mengkhayalkan hal-hal yang positif. Misalnya, berada di lingkungan yang tenang seperti di alam.

Seseorang juga bisa menggunakan kreativitas untuk membuat khayalan semakin positif dan bermanfaat untuk kesehatan mental.

Psikolog Robinson-Mosley menyarankan untuk menggunakan media lain seperti menulis atau menggambar untuk membantu lamunan yang positif. Lakukan aktivitas mengkhayal ini rutin beberapa menit setiap hari agar lebih bahagia dan meningkatkan kesehatan mental.