PT BEST PROFIT FUTURES Kyatmaja Lookman mengatakan, penyebab truk lebih suka beroperasi di Pantura karena tingginya biaya ketika memakai tol. Dia mengatakan, sopir harus mengeluarkan biaya ekstra untuk masuk tol. PT BESTPROFIT

Dia mengatakan, biaya angkut yang dibebankan ke konsumen sekali jalan dari Jakarta ke Surabaya adalah Rp 6 juta. Kemudian dari Rp 6 juta tersebut, sebanyak Rp 2,5 juta menjadi uang jalan untuk sopir dan bahan bakar minyak (BBM). PT BESTPROFIT FUTURES Dia mengatakan, tambahan biaya untuk tol dari Jakarta hingga Surabaya sekitar Rp 1 juta. BESTPROFIT FUTURES

“Uang jalan Rp 2,5 juta, tol Rp 1 juta, otomatis sekarang uang jalan jadi Rp 3,5 juta karena uang tol tambahan,” kata dia. BESTPROFIT

Dia mengatakan, uang Rp 1 juta untuk tarif tol jadi mengikis potensi keuntungan yang didapat oleh pengusaha. Dengan banyaknya potongan untuk uang jalan, BBM hingga tarif tol itu, keuntungan yang didapat pengusaha kian menipis. BEST PROFIT FUTURES

“Karena PT BEST PROFIT masih ada biaya komponen di dalam Rp 6 juta, cicilan mobil, maintenance, administrasi paling sisanya 5-10% (keuntungan),” sambungnya. BEST PROFIT

“Ketika uang jalan tambah, tarif Rp 6 juta misal dari customer dipotong Rp 2,5 juta (uang jalan) masih Rp 3,5 juta. Kalau Rp 6 juta dikurang Rp 3,5 juta tinggal Rp 2,5 juta. Siapa yang mau  BESTPRO nanggung Rp 1 juta. Apakah pengusaha truknya atau pengusha pemilik barang? Yang jelas nggak ada yang mau nanggung. Biaya tol itu nggak akan diserap siapapun,” ungkapnya. BPF