Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Indonesia bisa masuk ke jurang resesi akibat pandemi virus corona atau covid-19 bila pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal III 2020. Pasalnya, resesi merupakan kondisi di mana pertumbuhan ekonomi suatu negara tumbuh negatif dalam dalam dua kuartal atau lebih secara berturut-turut. Best Profit

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih positif sebesar 2,97 persen pada kuartal I 2020. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi bisa terkontraksi hingga minus 3,8 persen pada kuartal II 2020. Bestprofit

Sementara untuk kuartal III 2020, laju perekonomian diperkirakan berada di rentang 1,4 persen sampai minus 1,6 persen. Bila ekonomi kuartal III benar-benar negatif, maka Indonesia mengalami resesi ekonomi. PT Bestprofit

“Kami berharap kuartal III dan kuartal IV 2020 (pertumbuhan ekonomi) 1,4 persen atau kalau dalam negatif bisa minus 1,6 persen. Itu technically bisa resesi kalau kuartal III negatif dan secara teknis Indonesia bisa masuk zona resesi,” kata Sri Mulyani, Senin (22/6). PT Bestprofit Futures

Menurut bendahara negara, asumsi pertumbuhan positif pada kuartal III 2020 didapat dari proyeksi aktivitas ekonomi bisa berjalan lagi usai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, juga dibantu oleh aliran dana bantuan sosial (bansos) dari pemerintah untuk menopang daya beli masyarakat.

Hanya saja, celah pertumbuhan negatif masih ada. Hal ini bisa terjadi ketika masyarakat tidak melakukan konsumsi yang signifikan, meski PSBB sudah dibuka.

Kendati begitu, Sri Mulyani menyatakan target laju perekonomian 2020 masih berada di rentang minus 0,4 persen sampai 1 persen. Proyeksi ini berasal proyeksi pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal IV 2020, yaitu sebesar 1 persen sampai 3,4 persen.

“Kuartal IV dengan akselerasi belanja pemerintah yang sudah mulai dirasakan, program UMKM yang mulai jalan, kami berharap kuartal IV 3,4 persen atau skenario sangat buruk sekitar 1 persen,” ucapnya.

Sementara untuk tahun depan, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen sampai 5,5 persen pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Optimisme hadir dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan mulai tahun ini.