Jakarta, Nilai tukar rupiahberada di level Rp14.085 per dolar AS atau menguat 0,04 persen pada perdagangan pasar spot, Rabu (20/11) pagi. Sebelumnya, kurs rupiah berada di Rp14.090 per dolar AS pada penutupan pasar Selasa (19/11). Best Profit

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau won Korea melemah 0,17 persen, lira Turki 0,16 persen, peso Filipina 0,13 persen, ringgit Malaysia 0,09 persen, dan dolar Singapura 0,04 persen.

Selanjutnya, yuan China melemah 0,03 persen, dan yen Jepang melemah tipis 0,02 persen. Sementara itu, baht Thailand dan dolar Hong Kong berada di posisi stagnan terhadap dolar AS. Bestprofit

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terpantau melemah 0,06 persen, dolar Australia dan dolar Kanada juga keok dengan masing-masing nilai sebesar 0,05 dan 0,08 persen. Penguatan hanya terjadi pada euro, yang menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah masih disebabkan oleh sentimen negosiasi dagang AS-China.

“Perkembangan baru semalam bahwa AS melunak dan akan mempertimbangkan penghapusan tarif, meredakan kekhawatiran pasar,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (20/11). PT BestProfit

Kendati demikian, Ariston mengatakan risiko pelemahan masih membayangi rupiah. Sebab, muncul laporan bahwa Senat AS telah meloloskan RUU hak asasi Hong Kong, yang berpotensi mengganggu jalannya negosiasi.

“AS dianggap mengintervensi masalah internal China, jadi kekhawatiran masih ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat nilau tukar rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.020 hingga Rp14100 per dolar AS hari ini. PT BestProfit Futures