PT BESTPROFIT FUTURES Alumni aksi 212 yang dikenal dengan saat itu dengan aksi bela agama terkait ucapan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) menggelar long march dari Masjid Sunda Kelapa menuju Komnas HAM usai Salat Jumat nanti. Dalam aksinya itu, mereka menyampaikan beberapa isu.

“Menanyakan ke Komnas HAM terkait menerbitkan rekomendasi atas kriminalisasi ulama sambil bicarakan isu yang berkembang seperti Perpu Ormas, pembubaran HTI kemudian kasus aktivis Hermasyah dan kasus Hary Tanoe,” kata Sekretaris Presidium Ustaz Hasri Harahap kepada merdeka.com. BESTPROFIT

Untuk kasus bos MNC Group Hary Tanoe, Hasri mengakui terjadi kontroversi di internal mereka. Sebagian pihak, kata Hasri, mempertanyakan alasan membela Hary Tanoe.

“Kita bukan membela, presidium melaporkan aktivis HTI dikriminalisasi dan Hary Tanoe juga demikian sekarang bahasanya menolong yang dikriminalisasi,” ucapnya.

Hasri pun membantah membela Hary Tanoe karena ada faktor kedekatan. Mengingat dalam Pilkada DKI Jakarta Hary Tanoe berada di kubu Anies Baswedan- Sandiaga Uno yang merupakan lawan politik Ahok. BEST PROFIT

“Ya yang pasti sampai malam ini memang ada kontroversi, nanti kita lihat situasi di lapangan perkembangannya,” ucapnya. PT BESTPROFIT

Sementara itu, Ketua Presidium 212 Ansufri Idrus Sambo mengatakan kedatangan massa ke Komnas HAM untuk mengadu segala hal bentuk kriminalisasi terhadap sejumlah tokoh ulama, aktivis, serta organisasi kemasyarakatan. “Jadi kami presidium alumni 212 itu melawan ketidakadilan dan kezaliman yang dilakukan rezim penguasa terhadap rakyatnya, mulai dari ulama, aktivis, tokoh politik, ormas – ormas. HT (Hary Tanoe) adalah korban kriminalisasi juga, korban ketidakadilan dan kezaliman penguasa,” katanya.

Sambo menambahkan, aksi Presidium Alumni aksi 212 hanya sebagai bentuk penegakan keadilan yang dilakukan oleh pemerintah. “Kami Presidium 212 enggak boleh ada satu orang pun diperlakukan tidak adil, semua harus dikembalikan pada penegakan hukum yang berkeadilan. Kami tidak bela per orangannya HT tetapi kita bela adalah orang yang dizalimi siapapun dia,” ujar Sambo.

Sambo mengatakan poin aduan tersebut karena adanya permintaan dari rekan seperjuangan mereka. “Kebetulan ada yang kasih tahu kita, bilang ke kita, ‘Tolong dong Hary Tanoesoedibjo dibantu, kan dia banyak bantu berita kita juga’. Ada yang sampai ke saya. Ya sudah nanti kita bantu,” kata Sambo.

Sambo menilai dalam kasus Hary Tanoe tidak adanya unsur pidana melainkan adanya balas dendam politik. “Ini jadi bagian dari balas dendam politik kekalahan Ahok. Begitu saja. Nah itu pun karena ada orang yang sampaikan ke saya. Ini sebenarnya bentuk solidaritas saja, enggak ada hubungan sama kegiatan politik HT. Kita bukan mendukung politik dia,” tegasnya.

Dalam pembelaan terhadap HT, Sambo menegaskan kalau pihaknya tak memandang dalam sudut mana pun. “Kita tidak milah orang. Siapapun orang yang dizalimi penguasa karena kekalahan Ahok, atau balas dendam politik, ya kita bikin aduan,” tandasnya.

Namun tak semua massa setuju dengan aksi kali ini. Salah satu massa yang ikut Presidium Alumni 212 ke Kantor Komnas HAM merasa kecewa akan adanya poin membela Hary Tanoe. Dia mencurigai dalam aksi kali ini ditunggangi kepentingan politik.

“Jadi aksi Presidium 212 terkesan ditunggangi kepentingan politik dalam hal ini HT. Jadi menurut saya seharusnya hari ini banyak yang akan hadir tetapi dengan adanya isu HT maka massa aksi merosot, menurun,” ujar salah satu massa yang enggan sebutkan namanya.

Pria berusia 35 tahun ini merasa dengan adanya poin tersebut membela HT para pemimpin Alumni 212 sudah ‘masuk angin’. Padahal, dia mengaku sudah turun ke jalan tak hanya aksi 212, tapi 311 dan 411. Kali ini dia ke Komnas HAM mengenakan gamis biru muda dan peci putih.

“Saya yang sangat kecewa dengan adanya poin yang dimasukan Presidium 212 untuk melindungi HT dari kriminalisasi. Itulah makanya kita kecewa merasa presidium 212 masuk angin ditunggangi pimpinan parpol yaitu pak HT,” tegasnya.

“Kita minta poin itu dihapuskan karena tidak sesuai dengan ruh perjuangan kita,” imbuhnya,

Namun, lanjut pria tersebut, jika Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo tak menghapus poin yang menyatakan membela HT tersebut maka akan ada aksi penolakan. Apalagi, kata dia, apabila ada bukti para pemimpin Presidium Alumni 212 bermain mata dengan HT.

“Kita akan evaluasi apa benar ada indikasi benar Hary Tanoe tunggangi aksi ini, maka kita akan melakukan pernyataan bersama bahwa kita tidak akan melakukan aksi-aksi presidium 212 lagi. Apalagi jika kemudian hari ada main mata dengan Hary Tanoe antara Ketua Presidium 212 atau ada poin itu,” tegasnya.