Nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp13.646 per dolar AS pada Selasa (21/1). Posisi tersebut melemah 0,05 persen dibanding  awal pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.639 per dolar AS. Best Profit

Rupiah tak sendiri. Bersama dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah 0,08 persen, dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia sama-sama melemah 0,02 persen, serta dolar Singapura 0,01 persen. Bestprofit

Di sisi lain, penguatan terjadi pada baht Thailand sebesar 0,05 persen, dan lira Turki yang menguat tipis 0,01 persen. Sementara hanya yen Jepang yang berada di posisi stagnan terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris serta euro melemah dengan nilai masing-masing sebesar 0,07 dan 0,01 persen, sementara dolar Kanada menguat 0,01 persen, dan dolar Australia menguat 0,08 persen terhadap dolar AS. PT Bestprofit


Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah pagi ini disebabkan oleh sentimen negatif dari prediksi International Monetary Fund (IMF) mengenai melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

“Pelaku pasar harus mewaspadai sentimen negatif dari prediksi dari IMF mengenai pertumbuhan ekonomi global yang semakin melambat,” kata Ariston. PT Bestprofit Futures

Diketahui, IMF memangkas prediksi pertumbuhan global 2020 dari 3,4 persen menjadi 3,3 persen karena pelambatan pertumbuhan di India dan emerging markets.

“Sentimen negatif ini bisa menahan penguatan rupiah terhadap dolar AS,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.700 per dolar AS pada hari ini.