Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lesu pada perdagangan Senin (23/12).  Aksi pasar dalam mencermati rencana pemakzulan Presiden AS Donald Trump lantaran diduga menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi kongres diperkirakan membebani pergerakan indeks. Best Profit

“Investor saat ini fokus pada kasus pemakzulan Presiden Trump,” tulis Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan dalam risetnya dikutip Senin (23/12).

Seperti diketahui, DPR AS resmi menyetujui proses pemakzulan Trump setelah melalui dua voting, pada Rabu (19/12) malam waktu setempat. Trump didakwa dengan dua pasal, yakni penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan politik serta menghalangi penyelidikan kongres terkait isu Ukraina. PT BestProfit

Namun demikian, ia bilang pelemahan indeks saham akan tertahan sentimen window dressing akhir tahun. Window dressing adalah strategi yang digunakan perusahaan atau manajer investasi untuk mempercantik tampilan portofolio dan performa laporan keuangan perusahaan.
Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang support 6.213-6.249 dan resistance 6.302-6.319.


“Volume transaksi mengindikasikan investor mulai kembali,” imbuhnya.

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan IHSG mengalami koreksi awal pekan. Ia menilai investor tetap berhati-hati menjelang libur akhir tahun. PT BestProfit

“Kami perkirakan IHSG cenderung pesimistis pada perdagangan awal pekan,” katanya.

Tekanan aksi jual, lanjut dia, berpotensi membawa IHSG melaju di rentang support 6.200 dan resistance 6.300.

IHSG terpantau menguat pada perdagangan Jumat (20/12). Indeks ditutup di level 6.252 naik 2,27 poin atau 0,04 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,28 persen ke posisi 28.445, S&P 500 bertambah 0,49 persen ke level 3.221, dan Nasdaq Composite menguat 0,42 persen menjadi 8.924.  PT BestProfit Futures