Puluhan pengusaha vila di Bali memutuskan hubungan kerja (PHK) dengan karyawannya karena meluasnya penyebaran virus corona. Pasalnya, larangan bepergian (travel warning) dan penghentian sementara penerbangan sejumlah rute, terutama China, membuat okupansi vila anjlok hingga 90 persen. Best Profit

Apalagi, perusahaan vila banyak bergantung pada wisatawan China, yang biasanya datang dalam jumlah besar atau grup. Bestprofit

“Kawan-kawan pengusaha vila yang memiliki unit besar, bermain di wisatawan grup asal China sangat terpengaruh dengan kondisi ini,” ujar Ketua Bali Villa Association (BVA) Chapter Badung Putu Gede Hendrawan, Selasa (3/3).  PT Bestprofit

Saat ini, ia melanjutkan anggota BVA Chapter Badung mencapai 150. Adapun akomodasi pariwisata, khususnya vila unit besar, kebanyakan berada di wilayah Bali selatan, seperti Jimbaran, Nusa Dua, dan Tanjung Benoa.

“Kalau vila, dampak serius (virus corona) sangat dirasakan kawan-kawan di Bali Selatan. Vila dengan unit besar banyak di sana,” jelasya. PT Bestprofit Futures

Secara rata-rata, okupansi vila di Bali mulai turun. Bahkan hingga menyentuh di bawah 30 persen. Sejumlah unit besar dengan estimasi 100 karyawan juga telah merumahkan karyawannya.

Ia mengatakan puluhan pengusaha vila terpaksa mengambil keputusan merumahkan karyawan sampai situasi kembali normal. Setelah pariwisata normal, maka karyawan yang dirumahkan tersebut akan kembali dipekerjakan.

“Sedangkan unit villa dengan jumlah karyawan 50 orang ke bawah, masih bisa bertahan diperkirakan hingga Maret 2020. Untuk April, kami masih akan lihat kembali kondisinya,” imbuh dia.

“Kalau di vila tempat saya, kebetulan masih bisa bertahan sampai enam bulan ke depan, semoga saja teman BVA lain juga sama,” tandasnya.