a9422aea-7a80-4bd8-9c68-f4bef011e29e_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta – Aksi peretasan yang dilakukan oleh anak di bawah umur kembali terjadi. Seorang siswa di Jepang harus menghadapi tuntutan dari pengadilan lantaran diduga meretas ratusan situs sekolah di Jepang.

Siswa yang masih berusia 16 tahun ini dilaporkan menyerang server Osaka Board of Education yang kemudian dilanjutkan dengan menutup ratusan situs sekolah lintas kawasan di Jepang. Menurut laporan, siswa yang tidak diketahui namanya ini berhasil menutup total 444 situs sekolah.

Dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (17/5/2016), Sankei West News menyebut jika aksi yang dilancarkan pada bulan November 2015 ini merupakan serangan cyber yang untuk pertama kalinya dilakukan terhadap pemerintah daerah di Jepang.

Saat ini siswa tersebut masih dalam berada dalam tahanan dan menunggu putusan pengadilan, sementara pihak polisi telah menyita semua perlengkapan yang diduga dipakai untuk meretas.

Usut punya usut, aksi peretasan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembuktian bahwa guru-guru di sekolahnya tidak kompeten. “Aku benci bagaimana guru-guru merendahkan kami dan tidak pernah membiarkan kami berekspresi,” tutur siswa kepada polisi.

“Jadi, aku berpikir bagaimana caranya untuk mengingatkan ketidakkompetenan mereka. Aku merasa baik melihat mereka bermasalah. Aku melakukannya beberapa kali,” lanjut bocah tersebut.

Sebagai bentuk hukuman, sang anak akan dikenai denda sebesar Yen 500.000 atau sekitar Rp 61 juta atau hukuman kurungan maksimal tiga tahun. Walaupun diharapkan terjadi kelonggaran mengingat usianya yang masih remaja. (mag/asj)

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta – Aksi peretasan yang dilakukan oleh anak di bawah umur kembali terjadi. Seorang siswa di Jepang harus menghadapi tuntutan dari pengadilan lantaran diduga meretas ratusan situs sekolah di Jepang.

Siswa yang masih berusia 16 tahun ini dilaporkan menyerang server Osaka Board of Education yang kemudian dilanjutkan dengan menutup ratusan situs sekolah lintas kawasan di Jepang. Menurut laporan, siswa yang tidak diketahui namanya ini berhasil menutup total 444 situs sekolah.

Dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (17/5/2016), Sankei West News menyebut jika aksi yang dilancarkan pada bulan November 2015 ini merupakan serangan cyber yang untuk pertama kalinya dilakukan terhadap pemerintah daerah di Jepang.