PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Kalangan pengusaha ingin agar pertarungan politik yang panas saat ini dihentikan. Pembentukan kubu parlemen dan pemerintah yang terjadi bisa membuat rakyat menjadi korban.

“Konsen dari dunia usaha begitu besar yang terjadi di Senayan sana. Ini terlihat menang menangan. Kami tidak ingin melihat kubu parlemen dam kubu pemerintahan, tapi yang akan merasakan dampak paling besar pasti rakyat,” ujar Wakil Ketua Umum kadin Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Chris Kanter dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan media massa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Chris mengatakan, 2 bulan yang lalu para investor asing antusiasi melihat potensi ekonomi di Indonesia karena demokrasinya yang tenteram. Sejumlah bos perusahaan asing, seperti Citibank dan Prudential menyatakan ekonomi Indonesia sangat potensial.

“Td pagi dalam makan pagi langsung, mereka sebut Indonesia tidak menarik lagi. Mereka semua akui dampak terpilihnya Jokowi-JK sama dengan Obama terpilih, fenomena yang terjadi,” ujar Chris.

Kondisi ini awalnya bisa mendorong ekonomi tumbuh hingga 7%. Karena itu, kalangan pengusaha ingin situasi politik menjadi normal, dan tidak ada ketegangan yang terjadi.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi, Peter Gontha mengatakan, situasi politik saat ini terlihat adanya ‘ganggu mengganggu’.

Pengusaha ingin situasi politik damai, sehingga iklim investasi membaik dan ekonomi bisa meningkat tinggi.

“Perlu kondisi politik yang bersih sehingga dunia usaha tetap menggeliat, sehingga pendapatan pajak bertambah untuk biayai pemerintah dan politik kita. Kkabinet mendatang harus kuat dan profesional. Tidak ada yang bisa ganggu pemerintahan kita,” papar Peter.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Kalangan pengusaha ingin agar pertarungan politik yang panas saat ini dihentikan. Pembentukan kubu parlemen dan pemerintah yang terjadi bisa membuat rakyat menjadi korban.

“Konsen dari dunia usaha begitu besar yang terjadi di Senayan sana. Ini terlihat menang menangan. Kami tidak ingin melihat kubu parlemen dam kubu pemerintahan, tapi yang akan merasakan dampak paling besar pasti rakyat,” ujar Wakil Ketua Umum kadin Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Chris Kanter dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan media massa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Chris mengatakan, 2 bulan yang lalu para investor asing antusiasi melihat potensi ekonomi di Indonesia karena demokrasinya yang tenteram. Sejumlah bos perusahaan asing, seperti Citibank dan Prudential menyatakan ekonomi Indonesia sangat potensial.