Misteri Novela Nawipa

Misteri Novela Nawipa

PT BESTPROFIT FUTURE

Liputan6.com, Jakarta – Sidang yang biasanya tegang, akhirnya dibuat cair oleh saksi bernama Novela Nawifa. Sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) yang sudah berlangsung beberapa hari ini memang terlihat tegang.

Beberapa saksi kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa selaku pemohon pun terlihat gugup saat bersaksi di hadapan hakim konstitusi. Namun kesaksian Novela pada Selasa 12 Agustus lalu, bak intermeso ketegangan sidang.

Betapa tidak, saat ditanya Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva, perihal proses pemilihan Presiden 2014, Novela menolak menjawab selain yang ditanyakan hakim konstitusi. Seperti pengakuan dirinya terkait dugaan tidak adanya pemungutan suara saat Pilpres 9 Juli lalu.

“Tidak ada aktivitas pemilihan, di kampung kami tidak ada di kampung Rawa Butu, tidak ada TPS,” kata Novela di sela sidang.

Hamdan kembali bertanya tentang keberadaan saksi pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di daerah tersebut. “Tidak tahu, saya tidak tahu saksi lain, tidak ada petugas (KPPS). Kami ini di gunung kenapa tidak ada sosialisasi?”

“Tanya saja ke penyelenggara, jangan tanya saya, tanya penyelenggara,” ketus Novela, balik menyuruh Hamdan.

Mendengar hal itu, sontak pengunjung sidang dan Hamdan tertawa. Hamdan pun mengingatkan Novela menjawab pertanyaan hakim dan tidak berbicara melebar. “Okelah cukup,” tutup Hamdan.

Kemudian pertanyaan dilanjutkan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar. Sikap keras dan caplas-ceplos Novela itu justru mendapat apresiasi dari mantan Menkum HAM itu.

“Saya senang dengan gaya saudara menjawab, teruskan gaya saudara seperti itu, jarang-jarang kita sidang dengan suasana seperti ini,” seloroh Patrialis.

“Saya jawab apa adanya saja,” jawab Novela dengan logat Papua.

PT BESTPROFIT FUTURE

Liputan6.com, Jakarta – Sidang yang biasanya tegang, akhirnya dibuat cair oleh saksi bernama Novela Nawifa. Sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) yang sudah berlangsung beberapa hari ini memang terlihat tegang.

Beberapa saksi kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa selaku pemohon pun terlihat gugup saat bersaksi di hadapan hakim konstitusi. Namun kesaksian Novela pada Selasa 12 Agustus lalu, bak intermeso ketegangan sidang.

Betapa tidak, saat ditanya Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva, perihal proses pemilihan Presiden 2014, Novela menolak menjawab selain yang ditanyakan hakim konstitusi. Seperti pengakuan dirinya terkait dugaan tidak adanya pemungutan suara saat Pilpres 9 Juli lalu.