nokia-230-dual-sim2_20160321_152319

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES – Microsoft dikabarkan menjual bisnis feature phone miliknya yang menggunakan brand Nokia, ke anak usaha Foxconn, yaitu FIH Mobile senilai 350 juta dollar AS (setara Rp 4,6 triliun).
Dikutip dari The Verge, Rabu (18/5/2016), kesepakatan tersebut mencakup pemindahan 4.500 karyawan Nokia dari Microsoft ke anak usaha Foxconn tersebut.
Selain itu, Microsoft juga akan menyerahkan lisensi atau hak merek dagang Nokia untuk dipakai di ponsel buatan FIH Mobile.
Termasuk software feature phone-nya, layanan serta perjanjian-perjanjian lain mencakup kontrak dan pasokan barang.
Kesepakatan ini hanya berlaku untuk unit bisnis feature phone (ponsel dengan kemampuan dasar menelepon dan SMS) Microsoft saja yang memang masih menggunakan brand Nokia.
Sementara untuk lini produk ponsel cerdas (smartphone), Microsoft akan tetap meneruskan pengembangan ponsel Windows 10 Mobile.
Dan memberikan dukungan terhadap ponsel Lumia dan Windows Phone dari rekanannya, seperti Acer, Alcatel, HP, Trinity, dan VAIO.
Strategi bisnis ponsel Microsoft memang selalu berubah. Sebelumnya Microsoft fokus untuk mendorong adopsi Windows Phone dengan brand Lumia, namun gagal.
Kuartal lalu, penjualan Lumia hanya mencapai 2,3 juta di seluruh dunia, turun hampir 73 persen dari total penjualan sebanyak 8,6 juta di kuartal yang sama tahun lalu.
Rumor yang beredar saat ini adalah Microsoft akan fokus ke perangkat Surface Phone di tahun depan.

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES – Microsoft dikabarkan menjual bisnis feature phone miliknya yang menggunakan brand Nokia, ke anak usaha Foxconn, yaitu FIH Mobile senilai 350 juta dollar AS (setara Rp 4,6 triliun).
Dikutip dari The Verge, Rabu (18/5/2016), kesepakatan tersebut mencakup pemindahan 4.500 karyawan Nokia dari Microsoft ke anak usaha Foxconn tersebut.
Selain itu, Microsoft juga akan menyerahkan lisensi atau hak merek dagang Nokia untuk dipakai di ponsel buatan FIH Mobile.
Termasuk software feature phone-nya, layanan serta perjanjian-perjanjian lain mencakup kontrak dan pasokan barang.
Kesepakatan ini hanya berlaku untuk unit bisnis feature phone (ponsel dengan kemampuan dasar menelepon dan SMS) Microsoft saja yang memang masih menggunakan brand Nokia.
Sementara untuk lini produk ponsel cerdas (smartphone), Microsoft akan tetap meneruskan pengembangan ponsel Windows 10 Mobile.
Dan memberikan dukungan terhadap ponsel Lumia dan Windows Phone dari rekanannya, seperti Acer, Alcatel, HP, Trinity, dan VAIO.
Strategi bisnis ponsel Microsoft memang selalu berubah. Sebelumnya Microsoft fokus untuk mendorong adopsi Windows Phone dengan brand Lumia, namun gagal.
Kuartal lalu, penjualan Lumia hanya mencapai 2,3 juta di seluruh dunia, turun hampir 73 persen dari total penjualan sebanyak 8,6 juta di kuartal yang sama tahun lalu.
Rumor yang beredar saat ini adalah Microsoft akan fokus ke perangkat Surface Phone di tahun depan.