1643240logo-hut-ri-infantry780x390_20160810_184507 (1)

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES 

Netizen belakangan ini ramai berpolemik seputar logo ke-71 Kemerdekaan Indonesia.

Logo tersebut, oleh sebagian orang, dianggap mirip dengan logo milik Infanteri 71 Amerika Serikat.

Desainer logo Aditya Yoga memastikan tak mencontek desain manapun saat membuat logo tersebut.

“Untuk saya terlalu bodoh apabila saya meniru logo lain. Saya mempertaruhkan nama saya dong,” kata Yoga saat dihubungi, Rabu (10/8/2016).

Desainer dari Asosiasi Desain Grafis Indonesia ini tak menampik bahwa logo yang dibuatnya mirip dengan logo milik Infanteri 71 Amerika Serikat.

Namun, kata dia, ada perbedaan mendasar dari kedua logo.

Angka 71 dalam logo infantri AS berada di dalam lingkaran. Sementara angka 71 dalam logo HUT RI tidak berada dalam lingkaran.

“Memang saya juga tidak memungkiri orang bisa berpikir ini mirip. Saya tidak bisa bilang kalau tidak mirip. Tapi logo (infanteri AS) itu saya baru lihat,” ucap Adit.

Adit mengaku menghargai kritik dan masukan yang diberikan oleh berbagai pihak.

Ia akan menjadikan berbagai masukan yang datang sebagai masukan agar kedepannya lebih jeli.

“Tapi dengan sepenuh kesadaran saya tidak meniru desain manapun, kemiripan adalah hal biasa,” ucap Adit.

PT BESTPROFIT FUTURES 

Netizen belakangan ini ramai berpolemik seputar logo ke-71 Kemerdekaan Indonesia.

Logo tersebut, oleh sebagian orang, dianggap mirip dengan logo milik Infanteri 71 Amerika Serikat.

Desainer logo Aditya Yoga memastikan tak mencontek desain manapun saat membuat logo tersebut.

“Untuk saya terlalu bodoh apabila saya meniru logo lain. Saya mempertaruhkan nama saya dong,” kata Yoga saat dihubungi, Rabu (10/8/2016).

Desainer dari Asosiasi Desain Grafis Indonesia ini tak menampik bahwa logo yang dibuatnya mirip dengan logo milik Infanteri 71 Amerika Serikat.

Namun, kata dia, ada perbedaan mendasar dari kedua logo.

Angka 71 dalam logo infantri AS berada di dalam lingkaran. Sementara angka 71 dalam logo HUT RI tidak berada dalam lingkaran.

“Memang saya juga tidak memungkiri orang bisa berpikir ini mirip. Saya tidak bisa bilang kalau tidak mirip. Tapi logo (infanteri AS) itu saya baru lihat,” ucap Adit.

Adit mengaku menghargai kritik dan masukan yang diberikan oleh berbagai pihak.