bdcd0ea5-3b0d-4865-89b3-a9c2d5150918

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta – Kepastian kembalinya Nokia memasarkan ponsel dan juga tablet disambut gembira oleh para fans-nya dan juga tentu saja oleh negara asalnya, Finlandia. Ada secercah harapan bahwa ponsel Nokia bisa kembali berkibar seperti dulu.

Ketika divisi ponsel Nokia tumbang dan diakuisisi Microsoft, Finlandia memang kena getahnya. Ribuan karyawan kena PHK dan ekonomi negara itu terkena dampak negatif. Bayangkan saja, dari semula mempekerjakan 24 ribu orang di masa jaya, pegawai Nokia di divisi ponsel kemudian tinggal seribuan.

Ketika ditanya, sebagian warga Finlandia antusias dengan rencana kembalinya sang nama legendaris di jagat ponsel dunia. “Nokia dulu adalah merek yang hebat. Aku akan mencobanya lagi. Mungkin ini akan menjadi hal yang bagus,” kata Helena Arvola, seorang pekerja laboratorium di kota Kuopio.

Nokia di puncak popularitasnya tahun 2000-an memang adalah perusahaan Finlandia paling terkenal. Pada masa keemasan itulah, Nokia mampu menyumbangkan 4% dari GDP Finlandia dengan kapitalisasi pasar pernah menembus USD 337 miliar.

Kini, Finlandia tak sehebat dulu lagi perekonomiannya, di mana pengangguran mencapai angka 9%. Maka jelas, kebangkitan Nokia di jagat ponsel sangat mereka harapkan. Nokia masih punya modal, nama besar dan identik dengan handset berkualitas.

Akan tetapi bukan jalan yang mudah bagi Nokia untuk kembali mengaum seperti dulu, walaupun mereka akan memakai sistem operasi terpopuler saat ini, yaitu Android. Samsung, Apple dan deretan vendor asal China bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

“Di antara merek-merek ponsel yang sudah tenggelam, Nokia barangkali memang merek yang paling kuat. Namun mereka akan terjun di pasar yang ultra kompetitif,” sebut Daniel Gleeson, analis industri di IHS yangdetikINET kutip dari Bloomberg,

Nokia, yang sekarang fokus di industri infrastruktur telekomunikasi, mungkin sadar dengan risiko untuk terjun sepenuhnya di bisnis ponsel. Maka mereka mengambil langkah aman, di mana pembuatan dan pemasaran handset mereknya diserahkan ke pihak ketiga, yakni perusahaan baru yang berbasis di Finlandia bernama HMD Global Oy.

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta – Kepastian kembalinya Nokia memasarkan ponsel dan juga tablet disambut gembira oleh para fans-nya dan juga tentu saja oleh negara asalnya, Finlandia. Ada secercah harapan bahwa ponsel Nokia bisa kembali berkibar seperti dulu.

Ketika divisi ponsel Nokia tumbang dan diakuisisi Microsoft, Finlandia memang kena getahnya. Ribuan karyawan kena PHK dan ekonomi negara itu terkena dampak negatif. Bayangkan saja, dari semula mempekerjakan 24 ribu orang di masa jaya, pegawai Nokia di divisi ponsel kemudian tinggal seribuan.

Ketika ditanya, sebagian warga Finlandia antusias dengan rencana kembalinya sang nama legendaris di jagat ponsel dunia. “Nokia dulu adalah merek yang hebat. Aku akan mencobanya lagi. Mungkin ini akan menjadi hal yang bagus,” kata Helena Arvola, seorang pekerja laboratorium di kota Kuopio.

Nokia di puncak popularitasnya tahun 2000-an memang adalah perusahaan Finlandia paling terkenal. Pada masa keemasan itulah, Nokia mampu menyumbangkan 4% dari GDP Finlandia dengan kapitalisasi pasar pernah menembus USD 337 miliar.

Kini, Finlandia tak sehebat dulu lagi perekonomiannya, di mana pengangguran mencapai angka 9%. Maka jelas, kebangkitan Nokia di jagat ponsel sangat mereka harapkan. Nokia masih punya modal, nama besar dan identik dengan handset berkualitas.