4e240441-ab19-45bd-b221-b9ab9807c547

 

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Indonesia saat ini masih bisa disetarakan dalam hal sumber daya peneliti dan pengembangan prototype mobil listrik. Hasil riset mobil listrik Indonesia masih setara dengan mobil listrik karya peneliti di ASEAN, dan beberapa negara maju di Asia yang sedang membangun basis produksi mobil listrik.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Mobil Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, kepada detikFinance, Selasa (15/3/2016).

“Kalau dibandingkan negara tetangga sebetulnya posisi riset (mobil listrik) Indonesia nggak kalah,” kata Agus.

Namun, kondisi ini belum sebanding dengan dukungan pemerintah. Pemerintah Indonesia saat ini belum memiliki visi dan target terkait program mobil listrik.

Agus mengakui, dukungan program mobil masa depan ini mengendur pasca pergantian pemerintahan di 2014. Padahal, tren mobil listrik diproyeksi akan mewabah di 2020.

“Mobil listrik diprediksi booming di 2020. Saat itu, mobil listrik sudah bisa bersaing dengan mobil BBM,” sebutnya.

Agus menilai, program mobil listrik negeri tetangga memperoleh dukungan penuh dari pemerintahannya. Sebagai contoh, program mobil listrik di Thailand memperoleh persetujuan dari Perdana Menteri dan Parlemen, sedangkan program mobil listrik di Malaysia akan diresmikan oleh pemerintah,

“Kalau Filipina dia dapat support ADB (Asian Development Bank/Bank Pembangunan Asia) untuk pengembangan. Kalau negara maju Korsel, Jepang, China mereka sudah sangat maju dengan risetnya. Kalau pandangan kita yang penting komitmen pemerintah saja,” sebutnya.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Indonesia saat ini masih bisa disetarakan dalam hal sumber daya peneliti dan pengembangan prototype mobil listrik. Hasil riset mobil listrik Indonesia masih setara dengan mobil listrik karya peneliti di ASEAN, dan beberapa negara maju di Asia yang sedang membangun basis produksi mobil listrik.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Mobil Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, kepada detikFinance, Selasa (15/3/2016).

“Kalau dibandingkan negara tetangga sebetulnya posisi riset (mobil listrik) Indonesia nggak kalah,” kata Agus.

Namun, kondisi ini belum sebanding dengan dukungan pemerintah. Pemerintah Indonesia saat ini belum memiliki visi dan target terkait program mobil listrik.