f6652f73-90b5-4249-a3ec-83df375f6eab_169 (1)

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta -Setelah kereta cepat Jakarta-Bandung, China ditawari proyek kereta Trans Sumatera dan Trans Sulawesi, yang merupakan bagian dari program penambahan rel 3.285 kilometer (km) oleh pemerintah.

Besar kebutuhan dana kedua proyek tersebut mencapai US$ 6,57 miliar, atau setara Rp 85 triliun (kurs Rp 13.000 per dolar AS).

“Sampai saat ini menyambungkan Trans Sumatera yang kedua Trans Sulawesi kira-kira sama, dari Manado sampai Makassar ke bawah. Dari kunjungan Pak Menhub, mereka (China) ditawarkan dua proyek kereta api Trans Sumatera dan Sulawesi sekitar Rp 40 triliun masing-masing dari China,” ungkap Direktur Jenderal Perkeretaapian, Prasetyo Boeditjahjono, di Kementerian Perhubungan, Senin malam (16/5/2016).

Saat ini China tengah mengkaji dokumen terkait mengenai kemungkinan investasinya di proyek kereta Trans Sumatera dan Sulawesi. Kajian yang dilakukan meliputi dokumen studi kelayakan (feasibility study), jalur kereta hingga detail engineering system.

“Dia sedang mengumpulkan studi-studi dan mau tinjau ulang, karena keperluannya studi-studi lebih dari 5 tahun mesti dikaji ulang. Sekarang lagi dikumpulin FS (feasibility study), trase, dan ada bahkan yang detail engineering design,” kata Prasetyo.

Kementerian Perhubungan berharap, kajian yang tengah dilakukan China dapat berlangsung dalam jangka waktu kurang dari setahun. Sehingga proyek kereta di Sumatera dan Sulawesi dapat dimulai secepatnya.

“Perintahnya segera, tahapannya minta kita kumpulkan akan kita serahkan untuk dikaji ulang, mudah-mudahan nggak lebih dari setahun untuk menemukan mana yang dia minati,” jelas Prasetyo.

Pihak Dirjen Perkeretaapian berjanji akan mempermudah pemberian dokumen terkait ke China untuk melancarkan langkah mereka berinvestasi di proyek kereta Trans Sumatera dan Trans Sulawesi.

“Proses pengumpulan dokumen saya janji bulan ini diberikan untuk Trans Sumatera dan Sulawesi dua-duanya China,” imbuh Prasetyo.

Pihak China diberikan waktu selama setahun untuk memutuskan ketertarikannya dalam berinvestasi di proyek ini.

“Cairnya belum ngomong. Antara ngomong informal jangan lama-lama, karena kalau lebih dari setahun bisa berubah kebijakannya,” pungkas Prasetyo. PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta -Setelah kereta cepat Jakarta-Bandung, China ditawari proyek kereta Trans Sumatera dan Trans Sulawesi, yang merupakan bagian dari program penambahan rel 3.285 kilometer (km) oleh pemerintah.

Besar kebutuhan dana kedua proyek tersebut mencapai US$ 6,57 miliar, atau setara Rp 85 triliun (kurs Rp 13.000 per dolar AS).