PT BESTPROFIT FUTURES EQUTY TOWER – Penyidik Bareskrim Polri menyerahkan tiga tersangka otak pelaku penyebar penyimpangan agama melalui gerakan fajar nusantara (Gafatar) ke Kejaksaan. Mereka yang diserahkan antara lain, Ahmad Musadeq, Mahful Muis Tumanurung dan Andi Cahya.

“Hari ini kasus Gafatar masuk tahap dua, limpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) lalu dibawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong,” kata Analisis dan Kebijakan Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/9).

Menurutnya, ketiga tersangka itu dikenakan pasal penistaan agama dan pemufakatan makar. Mereka diancam hukuman penjara selama 20 tahun.

“Mereka dikenakan pasal penistaan agama dan pemufakatan makar dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” ucap dia.

Dia menambahkan, dalam kasus ini Polri telah menyita sejumlah alat bukti di antaranya buku yang berisi ajaran sesat, 15 laptop, handphone, notebook dan beberapa dokumen penting seperti akta pengorbanan sampa akta aqiqah anak dari penganut aliran Gafatar.

Diketahui, tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem) Pusat telah mengeluarkan Surat Keputusan (SKB) yang menetapkan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sebagai ajaran sesat. Gafatar dikatakan sesat lantaran sebuah organisasi yang bermula dari ajaran yang pernah dilarang Kejaksaan Agung (Kejagung) yakni Alqiyadah Islamiyah.

PT BESTPROFIT FUTURES EQUTY TOWER – Penyidik Bareskrim Polri menyerahkan tiga tersangka otak pelaku penyebar penyimpangan agama melalui gerakan fajar nusantara (Gafatar) ke Kejaksaan. Mereka yang diserahkan antara lain, Ahmad Musadeq, Mahful Muis Tumanurung dan Andi Cahya.

“Hari ini kasus Gafatar masuk tahap dua, limpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) lalu dibawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong,” kata Analisis dan Kebijakan Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/9).

Menurutnya, ketiga tersangka itu dikenakan pasal penistaan agama dan pemufakatan makar. Mereka diancam hukuman penjara selama 20 tahun.

“Mereka dikenakan pasal penistaan agama dan pemufakatan makar dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” ucap dia.

Dia menambahkan, dalam kasus ini Polri telah menyita sejumlah alat bukti di antaranya buku yang berisi ajaran sesat, 15 laptop, handphone, notebook dan beberapa dokumen penting seperti akta pengorbanan sampa akta aqiqah anak dari penganut aliran Gafatar.

Diketahui, tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem) Pusat telah mengeluarkan Surat Keputusan (SKB) yang menetapkan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sebagai ajaran sesat. Gafatar dikatakan sesat lantaran sebuah organisasi yang bermula dari ajaran yang pernah dilarang Kejaksaan Agung (Kejagung) yakni Alqiyadah Islamiyah.