c7644d09-c9b6-4be7-bb2b-582cd4418239_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta – Meski tampak adem-ayem, Acer tidak diam saja. Produsen Taiwan ini disebut tengah mengembangkan sebuah headset Virtual Reality (VR) yang masuk kategori high-end.

Acer bekerjasama dengan studio game Starbreeze dalam pengembangannya. Adapun konsep headset VR yang digarap Acer sama sejatinya dengan yang ditawarkan Gear VR kepunyaan Samsung. Konon perangkat ini akan dinamai StarVR. Starbreeze sendiri kabarnya sudah memamerkan StarVR sejak tahun lalu.

Lantas apa yang membuatnya layak masuk kategori high-end? Sebab StarVR diyakini mampu menyodorkan pengalaman yang lebih baik lagi ketimbang headset VR yang ada di pasaran. Daya tarik perangkat ini terletak di sudut pandangnya yang diklaim bisa mencapai 210 derajat, meninggalkan jauh Oculus Rift dan HTC Vive yang sudut pandangnya berada di angka 110 derajat.

Artinya pengguna akan bisa merasakan pandangan yang sangat luas. Jadi benar-benar seakan melihat pemandangan lewat mata sendiri.

Awalnya StarVR dikembangkan sendirian oleh Starbreeze, namun pada akhirnya developer game ini menunjuk Acer untuk ikut bertanggung jawab di sektor hardware. Bisa dibilang Starbreeze akan lebih banyak berkutat di sisi software ketimbang Acer.

Menariknya, ekspansi Acer di segmen VR ini disebut juga berdampak ke produk-produk garapannya. Seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Senin (16/5/2016), seiring StarVR katanya Acer juga mengembangkan laptop dan bahkan juga komputer desktop yang nantinya bisa mendukung penggunaan headset VR tersebut.

Sedangkan sebagai pengembang game, Starbreeze kemungkinan juga tak mau kalah. Tak menutup kemungkinan studio game ini juga akan mengambangkan game yang mendukung penuh penggunaan StarVR. Sebagai informasi, salah satu game garapan Starbreeze yang cukup populer adalah Syndicate yang publikasinya oleh Electronic Arts.

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta – Meski tampak adem-ayem, Acer tidak diam saja. Produsen Taiwan ini disebut tengah mengembangkan sebuah headset Virtual Reality (VR) yang masuk kategori high-end.

Acer bekerjasama dengan studio game Starbreeze dalam pengembangannya. Adapun konsep headset VR yang digarap Acer sama sejatinya dengan yang ditawarkan Gear VR kepunyaan Samsung. Konon perangkat ini akan dinamai StarVR. Starbreeze sendiri kabarnya sudah memamerkan StarVR sejak tahun lalu.

Lantas apa yang membuatnya layak masuk kategori high-end? Sebab StarVR diyakini mampu menyodorkan pengalaman yang lebih baik lagi ketimbang headset VR yang ada di pasaran. Daya tarik perangkat ini terletak di sudut pandangnya yang diklaim bisa mencapai 210 derajat, meninggalkan jauh Oculus Rift dan HTC Vive yang sudut pandangnya berada di angka 110 derajat.

Artinya pengguna akan bisa merasakan pandangan yang sangat luas. Jadi benar-benar seakan melihat pemandangan lewat mata sendiri.

Awalnya StarVR dikembangkan sendirian oleh Starbreeze, namun pada akhirnya developer game ini menunjuk Acer untuk ikut bertanggung jawab di sektor hardware. Bisa dibilang Starbreeze akan lebih banyak berkutat di sisi software ketimbang Acer.