produksi-minyak-iran_20160519_105043

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, JAKARTA- Pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk memasok Minyak mentah sebanyak 200.000 barel per hari ke Indonesia setelah pencabutan sanksi internasional pada negara ini.
“Saya rasa kini Indonesia sudah dapat mengimpor Minyak mentah dari Iran hingga 200.000 barel setiap harinya, bahkan lebih,” ujar Menteri Perekonomian dan Keuangan Iran Ali Taiebnia, Rabu (18/5/2016).
Menurut dia, setelah Iran dibebaskan dari sanksi ekonomi, pihaknya kemudian segera menargetkan peningkatan jumlah ekspor Minyak mentah.
“Sebelum sanksi dikenakan, kami ekspor minyak sebanyak 2,5 juta barel setiap harinya, ketika sanksi diberlakukan angka tersebut menurun menjadi satu juta barel per hari. Kami kini menginginkan volume yang sama seperti era sebelum sanksi,” katanya lagi.
Terkait dengan masalah itu, Ali Taiebnia mengemukakan negara-negara yang menggantikan peran Iran sebagai eksportir minyak mentah, ketika sanksi diberlakukan, harus mulai mengurangi pasokan minyak mereka ke luar negeri.
“Ini merupakan hak yang wajar untuk kami memiliki target seperti sebelum sanksi, karena negara-negara yang menggantikan kami mengekspor minyak telah banyak dapat keuntungan,” kata Ali.
“Sekarang mereka yang harus menurunkan jumlahnya dan Iran yang menambah ekspornya,” imbuh Ali Taiebnia.

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, JAKARTA- Pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk memasok Minyak mentah sebanyak 200.000 barel per hari ke Indonesia setelah pencabutan sanksi internasional pada negara ini.
“Saya rasa kini Indonesia sudah dapat mengimpor Minyak mentah dari Iran hingga 200.000 barel setiap harinya, bahkan lebih,” ujar Menteri Perekonomian dan Keuangan Iran Ali Taiebnia, Rabu (18/5/2016).
Menurut dia, setelah Iran dibebaskan dari sanksi ekonomi, pihaknya kemudian segera menargetkan peningkatan jumlah ekspor Minyak mentah.
“Sebelum sanksi dikenakan, kami ekspor minyak sebanyak 2,5 juta barel setiap harinya, ketika sanksi diberlakukan angka tersebut menurun menjadi satu juta barel per hari. Kami kini menginginkan volume yang sama seperti era sebelum sanksi,” katanya lagi.
Terkait dengan masalah itu, Ali Taiebnia mengemukakan negara-negara yang menggantikan peran Iran sebagai eksportir minyak mentah, ketika sanksi diberlakukan, harus mulai mengurangi pasokan minyak mereka ke luar negeri.
“Ini merupakan hak yang wajar untuk kami memiliki target seperti sebelum sanksi, karena negara-negara yang menggantikan kami mengekspor minyak telah banyak dapat keuntungan,” kata Ali.
“Sekarang mereka yang harus menurunkan jumlahnya dan Iran yang menambah ekspornya,” imbuh Ali Taiebnia.