PT BESTPROFIT FUTURES – Pesawat jenis Caribou PK SWW milik Pemda Puncak, Papua yang hilang kontak sekira pukul 08.15 WIT dalam penerbangan Timika-Ilaga, Senin (31/10), akhirnya ditemukan. Lokasi ditemukan pesawat berada di ketinggian 2.000 kaki.

“Selasa (1/11) sekira pukul 06.30 WIT ditemukan di ketinggian 2.000 kaki, kata Kepala SAR Timiki Mahfud.

Diketahui, pesawat DHC4 Caribou itu dipiloti Kapten Farhat Limi mengangkut bahan bangunan seberat 3,1 ton tujuan Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak. Turut serta dalam penerbangan itu yakni R Fendi Ardianto selaku flight officer, Steven selaku mekanik dan Andi Baringan selaku flight operation officer.

Pesawat itu mengudara dari Bandara Mozes Kilangin Timika pada Senin pagi sekitar pukul 07.57 WIT dan direncanakan mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga pada pukul 08.22 WIT. Namun hingga pukul 08.30 WIT pesawat tersebut belum juga tiba di Ilaga.

Kontak pertama radio di Ilaga dengan pilot pesawat terjadi pada pukul 08.23 WIT. Pilot melaporkan bahwa pesawat baru akan mendarat di Ilaga pada pukul 08.27 WIT.

Pada pukul 08.30 WIT, petugas di Bandara Ilaga kembali mengontak pilot pesawat melalui radio, namun tidak ada tanggapan. Selanjutnya petugas Bandara Aminggaru Ilaga meminta bantuan pesawat lain yang melintas di lokasi itu untuk menginformasikan jika menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat DHC4 Caribou.

Kapolres Mimika AKBP Viktor Makbon membenarkan informasi tersebut namun belum mengetahui dengan pasti perkembangannya.
PT BESTPROFIT FUTURES
“Pesawat Caribou dengan pilot Farhat dan Co pilot Vendi dengan dua kru terbang dari Timika 07.57 WIT dengan membawa bahan bangunan,” kata AKBP Makbon.

Pesawat jenis Caribou PK SWW milik Pemda Puncak, Papua yang hilang kontak sekira pukul 08.15 WIT dalam penerbangan Timika-Ilaga, Senin (31/10), akhirnya ditemukan. Lokasi ditemukan pesawat berada di ketinggian 2.000 kaki.

“Selasa (1/11) sekira pukul 06.30 WIT ditemukan di ketinggian 2.000 kaki, kata Kepala SAR Timiki Mahfud.

Diketahui, pesawat DHC4 Caribou itu dipiloti Kapten Farhat Limi mengangkut bahan bangunan seberat 3,1 ton tujuan Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak. Turut serta dalam penerbangan itu yakni R Fendi Ardianto selaku flight officer, Steven selaku mekanik dan Andi Baringan selaku flight operation officer.

Pesawat itu mengudara dari Bandara Mozes Kilangin Timika pada Senin pagi sekitar pukul 07.57 WIT dan direncanakan mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga pada pukul 08.22 WIT. Namun hingga pukul 08.30 WIT pesawat tersebut belum juga tiba di Ilaga.

Kontak pertama radio di Ilaga dengan pilot pesawat terjadi pada pukul 08.23 WIT. Pilot melaporkan bahwa pesawat baru akan mendarat di Ilaga pada pukul 08.27 WIT.

Pada pukul 08.30 WIT, petugas di Bandara Ilaga kembali mengontak pilot pesawat melalui radio, namun tidak ada tanggapan. Selanjutnya petugas Bandara Aminggaru Ilaga meminta bantuan pesawat lain yang melintas di lokasi itu untuk menginformasikan jika menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat DHC4 Caribou.

Kapolres Mimika AKBP Viktor Makbon membenarkan informasi tersebut namun belum mengetahui dengan pasti perkembangannya.
PT BESTPROFIT FUTURES
“Pesawat Caribou dengan pilot Farhat dan Co pilot Vendi dengan dua kru terbang dari Timika 07.57 WIT dengan membawa bahan bangunan,” kata AKBP Makbon.