PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dan PT PLN (Persero) untuk membangun industri baterai kendaraan listrik. Best Profit

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan hal tersebut merupakan salah satu upaya perseroan untuk memenuhi kebutuhan energi baru terbarukan yang akan meningkat dalam 10 tahun mendatang. Bestprofit

“Untuk merespons transisi ke arah electric vehicle, Pertamina akan masuk ke bisnis ini, membangun pabrik baterai EV. Kami sudah bekerja sama dengan Inalum dan PLN untuk membangun pabrik baterai karena Indonesia punya bahan baku cukup banyak,” ujar Nicke dalam diskusi virtual, Senin (10/8).

Dalam proses kerja sama tersebut, lanjut Nicke, nantinya Inalum akan fokus di hulu untuk memasok bahan baku sementara PLN akan fokus di hilir sebagai distributor. Sementara Pertamina berada di tengah-tengah prosesnya. PT Bestprofit

Di luar hal tersebut, lanjut Nicke, Pertamina akan tetap fokus pada pelayanan publik dalam hal penyediaan energi bagi masyarakat. Nantinya, bahan baku yang diproduksi Inalum juga akan dibuat menjadi baterai yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga matahari atau solar panel. PT Bestprofit Futures

“Baterai ini bukan hanya untuk transportasi saja tapi juga bisa digunakan remote area untuk rumah. Jadi suplai listrik bisa jadi baterai, kalau tadi disampaikan solar EV bisa digunakan sebagai distributor di area yang tak perlu storage besar, kan butuh backup power system yang sifatnya modular,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nicke menuturkan bisnis dari Pertamina bakal terus ditingkatkan. Ia mengungkapkan pihaknya bakal masuk untuk mengembangkan bisnis petrokimia (petrochemical).

Dengan demikian, diharapkan nantinya Indonesia bisa mengurangi impor dan mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk bahan baku obat-obatan.

“Kami melakukan product development dari turunan petrochemical. Terakhir akan membangun pabrik bahan baku obat kami akan bekerja sama dengan perusahaan farmasi di output Kilang Cilacap,” pungkasnya.