BPF KPU memiliki kendala dalam penyediaan surat suara bagi pemilih yang pindah tempat pemungutan suara (TPS). Hal ini menyebabkan pemilih terancam tak dapat menggunakan hak pilihnya.
BEST PROFIT
“KPU mengalami kendala untuk penyediaan surat suaranya. Sebagian dari pemilih dalam daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) terancam, memang sudah terdata namun terancam tidak bisa menggunakan hak pilih karena ketersediaan surat suara,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).
BEST PROFIT FUTURES
Dalam data KPU, sebanyak 275.923 pemilih tercatat sudah mengurus dokumen pindah memilih. Viryan mengatakan jumlah ini melebihi ketersediaan surat suara tambahan dalam setiap TPS.  BESTPROFIT

“Jadi sebagian dari dua ratusan ribu pemilih DPTb ini terkendala surat suara. Karena di dalam undang-undang disebutkan pencetakan surat suara itu berbasis DPT ditambah 2 persen,” kata Viryan.  BESTPROFIT FUTURES

“Sementara di beberapa titik ada pemilih DPTb dalam jumlah besar. Misalnya ada satu perusahaan yang pegawainya, karyawannya, sudah mengurus kepindahan pemilih jumlahnya ratusan, ada lagi lembaga pendidikan terkonsentrasi,” sambungnya.
PT BESTPROFIT
Viryan mengatakan surat suara tambahan dalam setiap TPS sebanyak 2 persen dari jumlah DPT.
PT BEST PROFIT FUTURES
“Melebihi 2 persen dalam artian, 2 persen itu kan berbasis TPS, misalnya pemilih di 1 TPS 300, kan 2 persennya surat suara disiapkan berarti 6,” kata Viryan.
PT BEST PROFIT
Menurut Viryan, pihaknya masih mencarikan solusi dari permasalahan tersebut. Dia mengatakan, akan terlebih dulu melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
PT BESTPROFIT FUTURES
“Nah, pertanyaannya, surat suaranya dari mana? ini masih jadi kendala yang KPU coba carikan jalan keluarnya, dan ini kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait,” kata Viryan. BESTPRO