Pemerintah Indonesia menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi yen Jepang atau dikenal dengan Samurai Bonds perdana di pasar keuangan Negeri Sakura pada Kamis (2/7). Penerbitan berjumlah lima seri surat utang dengan nilai mencapai 100 miliar yen Jepang.  Best Profit

“Tidak terlihat penerbitan obligasi di pasar keuangan Jepang sampai akhir Mei 2020. Ini menjadi penerbitan sovereign pertama di pasar Jepang pada 2020 dan penerbitan pertama dari penerbit Asia setelah masa pandemi,” ungkap Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangan resmi, Jumat (3/7).  Bestprofit

Penerbitan lima surat utang memiliki rating BAAA2 dari Moody’s, BBB dari S&P, dan BBB dari Fitch. Secara rinci, pemerintah menawarkan seri RIJPY0723 dengan nominal 50,7 miliar yen Jepang, tingkat kupon 1,13 persen, dan tenor tiga tahun.  PT Bestprofit

Lalu, seri RIJPY0725 dengan nominal 24,3 miliar yen Jepang, tingkat kupon 1,35 persen, dan tenor lima tahun. Kemudian, seri RIJPY0727 dengan nominal 10,1 miliar yen Jepang, tingkat kupon 1,48 persen, dan tenor tujuh tahun.  PT Bestprofit Futures

Selanjutnya, seri RIJPY0730 dengan nominal 13,4 miliar yen Jepang, tingkat kupon 1,59 persen, dan tenor 10 tahun. Terakhir, seri RIJPY0740 dengan nominal 1,5 miliar yen Jepang, tingkat kupon 1,8 persen, dan tenor 20 tahun.

“Pemerintah menerbitkan Samurai Bonds pada spread over USD swap yang lebih rendah dari tahun sebelumnya, di mana hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai penerbit Samurai Bonds yang menjadi acuan bagi penerbit lainnya,” tulis DJPRR Kemenkeu.

Pemerintah mengklaim permintaan cukup kuat dari pasar keuangan Jepang. Selain itu, basis investor pada penerbitan surat utang cukup beragam, yaitu manajer aset 29,1 persen, bank 18,6 persen, asuransi jiwa 7 persen, bank daerah 6,7 persen, lembaga pensiun 2,5 persen, asuransi properti 1,6 persen, dan lainnya.

Lebih lanjut, dana dari penerbitan surat akan digunakan pemerintah untuk menambah pundi-pundi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Khususnya, untuk menutup jurang defisit anggaran akibat besarnya kebutuhan dana penanganan dan pemulihan dampak pandemi virus corona di Tanah Air. Joint Lead Arrangers dalam transaksi ini adalah Daiwa Securities Co. Ltd, Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co., Ltd, Nomura Securities Co. Ltd, dan SMBC Nikko Securities Inc.

“Transaksi ini merupakan momentum yang menumbuhkan kepercayaan pasar Jepang dan potensial untuk diikuti oleh penerbitan obligasi lainnya di pasar Jepang,” pungkasnya.