PT BEST PROFIT Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyampaikan secara resmi pengungkapan kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap driver GOCAR Tri Widyantoro (44). Pelaku ternyata pemuda 20 tahun atas nama Hengki Sulaiman (20) yang tewas ditembak. PT BEST PROFIT FUTURES

Penyampaian rilis dilakukan langsung di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Jumat (13/4). Zulkarnain mengungkapkan, ada beberapa barang yang disita dari pelaku, salah satunya surat cinta dari pacar Hengki berinisial DS. Zulkarnain langsung membacakan surat tersebut di hadapan awak media. PT BESTPROFIT

“Dear Mas Hengki Sulaiman. Tak ada kata-kata indah yang mampu kugoreskan tinta biru ini. Ya begitu kira-kira isi surat cinta dari pacar Hengki,” kata Zulkarnain membacakan surat itu.

Dalam secarik surat itu, pacar pelaku menuliskan kalimat perpisahan. DS memilih mengakhiri hubungan asmara mereka. BESTPROFIT FUTURES

“Tertulis di akhir kalimat ‘salam manis dari kasihmu yang tercinta.’ Kalo pengirimnya pacar Hengki, pakai inisial saja ya,” kata Kapolda. BESTPROFIT

Terlepas itu, sambungnya, pihaknya sudah berjanji akan memberikan tindakan tegas dan merilis di kamar mayat bagi pelaku kejahatan sadis. Hal ini sebagai peringatan bagi pelaku lain sehingga angka kejahatan berkurang. BEST PROFIT FUTURES

“Saya janji, pasti ditindak, hidup atau mati. Kalo mati dirilis di sini (kamar mayat),” jelas Zul. BEST PROFIT

Polda Sumsel menembak mati Hengki dalam pelariannya di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (11/4). Pelaku sebelumnya berpindah-pindah daerah di Jawa Tengah. Dia sempat sembunyi di Kendal, lalu pergi ke Pemalang, dan Wonosobo. Petugas akhirnya mengendus keberadaan pelaku sudah pindah ke Brebes. BESTPRO

Hengki menjadi otak perampokan dan pembunuhan terhadap driver GO-CAR Tri Widyantoro dengan modus diantar ke sebuah tempat, PT BESTPROFIT FUTURES Kamis (15/2). Satu setengah bulan hilang, jasad korban ditemukan sudah menjadi tulang di Desa Muara Sungsang, Banyuasin, Jumat (30/3). Polisi menangkap tiga dari empat pelaku, satu diantaranya berstatus sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya. Selain Hengki, polisi juga menembak mati pelaku Poniman beberapa saat setelah mayat korban ditemukan. BPF