PT BESTPROFIT FUTURES – Perkembangan teknologi televisi dalam beberapa tahun memang terbilang cukup pesat. Namun, hal ini justru bertentangan dengan perkembangan pasar televisi di Indonesia yang melemah dan lesu dalam tiga tahun terakhir.

Setidaknya inilah yang dipaparkan oleh Product Manager Audio Visual PT. Panasonic Gobel Indonesia, Erwin Lim. Ditemui detikINET di sela-sela presentasi peluncuran situs Panasonic terbaru di The Goods Diner SCBD, Jakarta, Kamis (19/1/2017), Erwin membenarkan apabila pasar televisi mengalami stagnasi dalam tiga tahun terakhir.

“Sebenarnya bukan cuma pasar televisi saja, pasar elektronik pun demikian. Karena ekonomi di Indonesia seperti kita tahu, ya memang tumbuh. Tapi barang tertier seperti ini menjadi pilihan yang tidak cukup berkembang di tiga tahun terakhir. Masyarakat masih menunggu apalagi dengan situasi politik seperti saat ini,” ucap Erwin.

Maka, untuk mengatasi pasar televisi yang stagnan ini Panasonic berusaha untuk memberikan inovasi-inovasi terbaik kepada konsumen di Indonesia. “Kita punya produk unggulan yang memiliki teknologi Hexa Chroma, yakni TV pertama yang menggabungkan enam basic warna,” klaimnya.

Untuk line up televisi, Panasonic di tahun 2016 mengucurkan 22 model televisi dan 10 model home theater. Menurut penuturan Erwin, di tahun 2016 lalu pihaknya telah berhasil menjual 200 ribu unit televisi.

“Tahun ini sedikit ambisius, di mana kami berharap bisa menjual 250 ribu sampai 300 ribu. Jumlah line up-nya sendiri mungkin tidak jauh berbeda dengan tahun 2016, lebih dari 20 model,” ucap Erwin.
PT BESTPROFIT FUTURES
Line up televisi Panasonic memang beragam. Namun dari sekian banyak model televisi, yang paling besar penjualannya adalah televisi basic LED dengan ukuran 32 inch dan tren ini diprediksi masih akan terus berlanjut di tahun 2017.

“Tahun 2017 trennya diperkirakan masih akan tetap sama. Ukuran 32 inch masih menjadi primadona. Orang masih mencari harga yang murah di rentang harga Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta. Itu pastilah,” pungkasnya.

Saat ini Panasonic mengaku masih menempati urutan nomor empat di pangsa pasar televisi di Indonesia dengan persentase sekitar 15%. Erwin pun berambisi untuk menaikkan peringkat Panasonic di masa depan. (mag/fyk)

Setidaknya inilah yang dipaparkan oleh Product Manager Audio Visual PT. Panasonic Gobel Indonesia, Erwin Lim. Ditemui detikINET di sela-sela presentasi peluncuran situs Panasonic terbaru di The Goods Diner SCBD, Jakarta, Kamis (19/1/2017), Erwin membenarkan apabila pasar televisi mengalami stagnasi dalam tiga tahun terakhir.

“Sebenarnya bukan cuma pasar televisi saja, pasar elektronik pun demikian. Karena ekonomi di Indonesia seperti kita tahu, ya memang tumbuh. Tapi barang tertier seperti ini menjadi pilihan yang tidak cukup berkembang di tiga tahun terakhir. Masyarakat masih menunggu apalagi dengan situasi politik seperti saat ini,” ucap Erwin.

Maka, untuk mengatasi pasar televisi yang stagnan ini Panasonic berusaha untuk memberikan inovasi-inovasi terbaik kepada konsumen di Indonesia. “Kita punya produk unggulan yang memiliki teknologi Hexa Chroma, yakni TV pertama yang menggabungkan enam basic warna,” klaimnya.

Untuk line up televisi, Panasonic di tahun 2016 mengucurkan 22 model televisi dan 10 model home theater. Menurut penuturan Erwin, di tahun 2016 lalu pihaknya telah berhasil menjual 200 ribu unit televisi.
PT BESTPROFIT FUTURES
“Tahun ini sedikit ambisius, di mana kami berharap bisa menjual 250 ribu sampai 300 ribu. Jumlah line up-nya sendiri mungkin tidak jauh berbeda dengan tahun 2016, lebih dari 20 model,” ucap Erwin.

Line up televisi Panasonic memang beragam. Namun dari sekian banyak model televisi, yang paling besar penjualannya adalah televisi basic LED dengan ukuran 32 inch dan tren ini diprediksi masih akan terus berlanjut di tahun 2017.

“Tahun 2017 trennya diperkirakan masih akan tetap sama. Ukuran 32 inch masih menjadi primadona. Orang masih mencari harga yang murah di rentang harga Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta. Itu pastilah,” pungkasnya.