PT BESTPROFIT FUTURES

Krakatau adalah gunung yang legendaris di Indonesia. Setelah letusan yang mengguncang dunia 133 tahun lalu, wisatawan bisa napak tilas ke sana.

Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Festival Krakatau 2016 yang merupakan perhelatan akbar Kebudayaan dan Pariwisata Lampung. Dalam rangkaian itu puluhan wisatawan dalam dan luar negeri mendaki puncak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung, Sabtu (27/08/2016).

Pendakian itu juga dalam rangka memperingati 133 tahun meletusnya gunung Krakatau yang jatuh pada 27 Agustus 1885 tahun silam. Festival Krakatau merupakan perhelatan akbar kebudayaan dan pariwisata daerah.

PT BESTPROFIT FUTURES

Festival ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan berlangsung 24-28 Agustus 2016. Rangkaian kegiatan itu melibatkan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, instansi pemerintah di seluruh kabupaten dan kota.

Festival Krakatau 2016 meliputi: Jelajah Pasar Seni di Mal Boemi Kedaton (24-28 Agustus 2016), Jelajah layang-layang di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim (25-26 Agustus), Jelajah Rasa, di Lapangan Korem Enggal (26-28 Agustus), Jelajah Krakatau, Pantai Sari Ringgung (27 Agustus), serta Jelajah Semarak Budaya, Tugu Adipura (28 Agustus).

Gunung Krakatau purba kira-kira 150 ribu tahun yang lalu meletus super dahsyat. Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) berukuran diameter 11 km .

Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung-jawab atas terjadinya zaman es di muka bumi.

Pulau Rakata, kemudian tumbuh secara vulkanik menjadi Gunung Krakatau. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu menjadi Gunung Krakatau yang meletus dahsyat tahun 1883.

Suara letusannya terdengar sampai 4.830 km dari pusat letusan dan didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu. Letusan Krakatau memiliki kekuatan 13.000 kali lebih besar dari ledakan bom atom di Hirosima dan Nagasaki. Material vulkanik terbawa sampai Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.

36.417 orang tewas di sekitar Banten. Bahkan terjadi tsunami sejauh 15 km di Ujungkulon. Tsunami merambat hingga ke pantai Hawaii, dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7.000 km. Matahari tidak terlihat beberapa hari setelah kejadian di sekitar Krakatau.

PT BESTPROFIT FUTURES

Pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau muncul sebuah pulau baru dari tengah kaldera yang dikenal sebagai Anak Krakatau.

Pada bulan Desember tahun 1991, Kepulauan Krakatau digabung bersama Taman Nasional Ujung Kulon masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNSECO, berdasarkan nilai-nilai universal yang luar biasa yang berasal dari keanekaragaman hayati dan keunikan perkembangan geomorfologi di sana.