a72b10b6-765b-42ee-a0f6-ee345c0206f4_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta -Pemerintah berencana merenovasi jalur kereta ganda lintas utara Jawa agar dapat dilintasi kereta berkecepatan sedang (medium speed) dengan rute Jakarta-Surabaya. Renovasi dilakukan untuk meningkatkan kecepatan laju kereta api menjadi 150 km/jam.

Dengan kecepatan itu, perjalanan Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dengan waktu 5 jam saja. “Kami sudah usulkan kalau menggunakan kereta medium ini maka Jakarta-Surabaya yang jaraknya cuma 720 km itu kira-kira hanya 5-5,5 jam,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro di sela buka puasa bersama awak media di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Perhitungan itu, kata Edi, didasarkan atas kajian yang dilakukan timnya di PT KAI atas permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hasil kajian itu sendiri telah disampaikan kembali kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai dasar perencanaan pembangunan kereta kencang tersebut.

Adapun kajian yang dimaksud sengaja dibuat untuk menjawab pertanyaan, apakah kereta yang ada sekarang bisa dipercepat lajunya sehingga waktu tempuh antar lokasi menjadi lebih singkat.

“Saat itu rapat terbatas Bapak Wapres (Wapres JK) menanyakan kenapa kecepatan kereta api di Jawa tidak bisa di-speed up, atau ditingkatkan? Saya jawab bisa sebenarnya dengan trek yang ada. Trek yang ada sekarang ini kan lebar spoor 1067 mm. Itu bisa dipakai untuk kecepatan sampai 160 km/jam,” jelas dia.

Hanya saja, ada sejumlah kendala yang menyebabkan kereta yang ada saat ini belum bisa melaju secepat itu. “Paling tidak ada 3 hal penting, pertama treknya harus diperbaiki untuk kecepatam medium. Kemudian kedua, saranya juga harus diperbaiki. Nah yang ketiga, itu adalah pembenahan prasarananya,” sambung dia.

Pembenahan prasarana yang dimaksud, lanjut dia, menyangkut masalah perlintasan sebidang yaitu berupa lintasan pertemuan yang saling silang antara rel atau lintasan kereta dengan jalan.

“Perlintasan dari Jakarta sampai Surabaya itu kurang lebihnya ada 1000. Nah yang liar atau tidak resmi ada 500-an. Nah ini harus semua dihilangkan kalau mau keretanya melaju 150-160 km/jam. Kalau ada, nanti ada orang naik sepeda motor dari Cipinang sampe ke Surabaya (karena tertabrak kereta),” kata dia.

Dari kajian itu lah terlahir rencana renovasi jalur kereta lintas utara Pulau Jawa. Renovasi yang akan dilakukan bakal menitikberatkan pada penghapusan lintasan sebidang baik dengan cara membuat lintasan melayang atau pun lintasan underpass pada titik-titik perlintasan sebidang.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemerintah telah memberikan penawaran kepada pihak Jepang untuk menggarap proyek tersebut. PT BESTPROFIT FUTURES

Sumber : detik