Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji coba sistem persinyalan kereta ringan atau LRT Jabodebek dari Stasiun TMII – Stasiun Harjamukti, Cibubur (pulang-pergi), untuk memastikan proyek pembangunan dapat rampung tepat waktu dan beroperasi pada pertengahan 2022 mendatang. Best Profit

“Saya bangga anak bangsa membangun LRT dengan kemampuannya sendiri. Adhi Karya berhasil membangun konstruksi jalur, LEN yang memberikan dukungan sistem teknologi canggih, dan INKA yang membangun keretanya,” ujarnya dalam siaran pers pada Minggu (15/11). Bestprofit

Dalam tinjauannya, Budi Karya mengecek ruang kendali uji coba sistem persinyalan atau backup operating control center (BOCC) di Stasiun Harjamukti, Cibubur. PT Bestprofit

Pembangunan LRT Jabodebek tahap I terdiri dari Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur, dengan total panjang jalur 44,43 kilometer (km) yang melintas di 17 stasiun.Hingga 6 November 2020, progres pembangunan LRT Jabodebek tahap I diklaim mencapai 79,05 persen dengan rincian, lintas Cawang-Cibubur 91,77 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 75,16 persen, dan Cawang-Bekasi Timur 72,98 persen. PT Bestprofit Futures

Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Dengan headway atau waktu tunggu antar kereta 3-6 menit, waktu tempuh dari Cibubur ke Dukuh Atas yang berjarak 26 km dapat ditempuh selama 39 menit, dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam. Lowongan Kerja

Sementara, waktu tempuh dari Bekasi Timur sampai ke Dukuh Atas sepanjang 30 km diharapkan 45 menit dengan kecepatan serupa.

Apabila menggunakan kendaraan pribadi, waktu tempuh Cibubur dan Bekasi Timur ke Dukuh Atas bisa mencapai 2-3 jam. Hal ini dikarenakan kepadatan lalu lintas. Karenanya, kehadiran LRT diharapkan membuat masyarakat beralih, sehingga mengurangi kemacetan.

Proyek pembangunan LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek strategis nasional, yang mulai dikerjakan oleh Adhi Karya sejak September 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp22,8 triliun dan terdiri dari dua tahap pengerjaan.

Untuk pembangunan tahap kedua terdiri dari 3 lintas pelayanan, yaitu lintas Dukuh Atas-Senayan, Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Grogol, dengan total panjang jalur sepanjang 39 km yang melintasi 8 stasiun.