cover-harian-super-ball_20160719_072234

 

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES – Claudio “King” Ranieri siap memulai kompetisi Liga Inggris yang lebih keras bersama juniornya yang tengah bersinar: Antonio Conte, Pep Guardiola, Jose Mourinho, hingga Mauricio Pochettino.

Kendati menyandang status jawara Liga Inggris 2015/2016, Leicester City besutan King Ranieri masih jadi tim underdog, meski tak separah tahun lalu.
Kala itu Si Rubah — julukan Leicester — benar-benar berada di posisi terbawah dengan angka prediksi hingga 10.000/1.
Berdasarkan bursa William Hill kemarin, musim ini Si Rubah menempati peringkat ke-7 di bawah Tottenham Hotspur asuhan pelatih muda Maurichio Pochettini. Tapi angka Spurs dan Leicester cukup jauh.
Tujuh tim serentak menempati peringkat terbawah dengan angka prediksi 1000/1. Mereka adalah Burnley, Hull City, Middlesbrough, Sunderland, Swansea, Watford, dan West Brom.
Peringkat pertama calon jawara versi William Hill adalah Manchester City (9/4/2016) asuhan pelatih baru Pep Guardiola. Man City mengungguli tetangganya Manchester United (10/3/2016) yang dibesut Jose Mourinho.
Sedangkan Chelsea asuhan Antonio Conte memiliki peluang sama dengan Arsenal dengan angka 6/1 di peringkat ke-4 dan ke-5.
Pak Tua Ranieri tak gentar menghadapi rivalitas baru yang semakin sengit bersama Conte, Mou, dan Pep. Sebab, targetnya musim ini sangat sederhana, yakni jangan sampai terdegradasi.
“Itulah konsep fundamental kami. Kami tetap menargetkan minimal 40 poin (musim lalu tercapai hingga 81 poin). Tapi kami juga senang jika bisa meraih lima trofi, mulai dari Community Shield hingga Liga Champions,” kata Ranieri saat berbagi pengalaman dengan komunitas sepak bola Italia. PT BESTPROFIT FUTURES

Sumber : tribunnews