PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih Rp14,03 triliun atau turun 12 persen dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,86 triliun. Penurunan laba disebabkan oleh pendapatan perusahaan yang menurun per akhir kuartal III 2020. Best Profit
Pendapatan bersih konsolidasi tercatat sebesar Rp130,3 triliun, menurun 26 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih jika belum memasukkan keuntungan dari penjualan Bank Permata, anjlok hingga 49 persen menjadi Rp8,1 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,86 triliun. Bestprofit

“Pandemi dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu mendatang dan masih akan mempengaruhi kinerja grup hingga akhir tahun ini,” ujar Presiden Direktur Astra Internasional Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resminya, Senin (26/10). PT Bestprofit

Dalam keterangan resminya, anjloknya laba perseroan disebabkan oleh penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan karena terdampak pandemi covid-19.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, laba bersih segmen otomotif anjlok paling tinggi sebesar 70 persen dari Rp6,06 triliun menjadi Rp1,79 triliun. Astra mencatat penurunan laba bersih segmen otomotif karena penurunan volume penjualan yang signifikan.
PT Bestprofit Futures

Sedangkan segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi turun 40 persen menjadi Rp3,08 triliun dari Rp5,14 triliun. Pasalnya, penjualan alat berat dan volume kontrak pertambangan yang lebih rendah karena melemahkan harga batu bara.

Sementara, laba bersih segmen agribisnis justru meroket 421 persen dari Rp89 miliar menjadi Rp464 miliar per kuartal III 2020.