PT BESTPROFIT FUTURES – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengunjungi Indonesia Timur pada September lalu, salah satunya ialah ke Universitas Pattimura, Ambon untuk memberikan kuliah umum mengenai pentingnya program Bela Negara.

Menurutnya, Bela Negara penting karena menjadi menjadi kekuatan nasional, khususnya daya tangkal masyarakat terhadap berbagai ancaman. Kebijakan ini juga untuk menjadikan Indonesia sebagai negara besar dalam 20 tahun ke depan.

“Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang besar jumlahnya tetapi besar jiwanya,” kata Ryamizard dalam acara yang juga dihadiri Pangdam XVI Mayjen TNI Doni Munardo, Kapolda Maluku Brigjen Pol Ilham Salahudin, Wakil Gubernur Maluku Zath Sahuburua, Rektor Universitas Pattimura Saptenno itu.

Ia juga berpesan, ancaman terorisme saat ini bukan hanya bersifat serangan fisik, tetapi juga melalui pemikiran dan propaganda ideologi. Karenanya, penting untuk generasi muda agar memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi, kesadaran bela negara dan cinta tanah air yang bisa menjadi bekal untuk memperkuat ketahan nasional.

Usai menyampaikan kuliah umum, Ryamizard melanjutkan kunjungannya ke Jayapura, Papua. Di wilayah itu, dirinya mengukuhkan 124 kader Bela Negara, khususnya generasi muda Papua di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini dan sekitarnya.

PT BESTPROFIT FUTURES

Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintah untuk membangun wilayah perbatasan, salah satunya, dengan turut aktif membentuk kader Bela Negara di wilayah tersebut.

“NKRI adalah milik kita sebagai bangsa Indonesia. Adalah kewajiban kita untuk mempertahankannya sepanjang masa. Bangunlah jiwa dan raganya untuk Indonesia Raya,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Merauke, Menhan mendatangi Pos Pamtas dan menerima laporan Danrem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan terkait kegiatan pengamanan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Dirinya juga mendengarkan laporan mulai dari operasi pengamananan wilayah, melakukan update data penduduk yang melintasi batas, melakukan sweeping terhadap obat-obatan terlarang dan senjata ilegal, mengadakan pelayanan kesehatan, mengadakan ibadah bersama bagi masyarakat setempat, serta melaksanakan bakti sosial hingga kegiatan rutin patroli di patok perbatasan.

Ia berpesan sekaligus mengapresiasi pasukan yang terus menjaga kesehatan dan selalu waspada. Di akhir kunjungan, dirinya memberikan bantuan berupa logistik kepada pasukan dan pengobatan masssal kepada masyarakat sekitar pos perbatasan.