PT BESTPROFIT – Salah satu bekisting pierhead pada proyek tol Becakayu di dekat Gerbang Tol Kebon Nanas, Jakarta Timur, ambruk. Kejadian ini ikut berdampak pada saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Terpantau pagi tadi saham WSKT dibuka menguat 40 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya Rp 3.110 ke level Rp 3.150. Namun setelah itu saham WSKT berbalik arah ke zona merah. PT BESTPROFIT

Saham WSKT sempat melemah 1,6% ke level Rp 3.060. Sementara hingga pukul 10.10 waktu JATS saham WSKT berada di level Rp 3.070. BESTPROFIT

Sementara saham WSBP yang tadinya sempat menguat 8 poin dari penutupan sebelumnya Rp 490 ke Rp 498, kini kembali ke level semula dari penutupan perdagangan sebelumnya. BEST PROFIT

Sebelumnya diberitakan pada pukul 03.00 WIB tadi bekisting pierhead ambruk. Akibatnya 7 orang mengalami luka-luka.

Selain itu Sudah 5 Proyek Tol Waskita Ambruk

Kecelakaan konstruksi berulang kali terjadi di proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Dalam catatan detikFinance, BUMN konstruksi yang telah berdiri sejak 1961 tersebut setidaknya sudah lebih dari lima kali mengalami kecelakaan konstruksi pada proyek-proyeknya.

Anehnya, kecelakaan konstruksi yang terjadi kejadian dalam rentang waktu yang tidak lama alias singkat.

Untuk proyek jalan tol saja, jika dihitung sejak proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) pada tanggal 22 September 2017 lalu, Waskita telah melakukan kecelakaan konstruksi sebanyak lima kali untuk pekerjaan proyek jalan tol.

Yang paling terbaru, pagi tadi tiang girder proyek Tol Becakayu di Jakarta Timur ambruk dan mengakibatkan tujuh orang luka parah.

Pada hari Minggu, tanggal 22 September 2017, pukul 17.30 WIB, badan jembatan tol Bocimi yang tengah dibangun runtuh dan mengakibatkan satu pekerja bangunan tewas akibat tertimpa runtuhan cor beton badan jembatan tersebut. Sedangkan eberapa korban lainnya mengalami luka parah.

Saat itu, para pekerja proyek tengah memasang jembatan penyeberangan orang dari beton berukuran sekitar 1,5×50 meter. Kemudian badan jembatan berupa cor beton runtuh dan menimpa tiga orang di bawahnya.

Penyebab runtuhnya jembatan diduga karena pada saat pelepasan selink crane, penguncinya belum sepenuhnya terpasang sehingga badan jembatan terjatuh dan menimpa tiga pekerja yang ada di bawah.

 

Sumber : Kompas