PT BESTPROFIT FUTURES – Singapura didapuk menjadi kota dengan biaya hidup termahal di dunia pada 2017. Negeri Merlion memiliki worldwide cost of living (WCOL) index sebesar 120.

Ini kali keempat, secara berurutan, Singapura menggengam predikat tersebut.

Demikian laporan hasil survei terkait biaya hidup global dikeluarkan The Economist Intelligence Unit, kemarin.

Tak hanya Negeri Seribu Satu Larangan, Hong Kong juga memertahankan status sebagai kota dengan biaya hidup termahal kedua di dunia. WCOL indeksnya sebesar 114.

Unggul satu poin dari Zurich (Swiss) yang berada di posisi ketiga dengan indeks 113. Dua peringkat selanjutnya menjadi milik dua kota di Jepang, Tokyo dan Osaka.

Ini merupakan lonjakan signifikan buat kedua kota tersebut. Ini lantaran pada survei sebelumnya, Tokyo berada di peringkat tujuh dan Osaka (9).

Adapun lima peringkat selanjutnya dihuni Seoul (Korsel), Jenewa (Swiss), Paris (Prancis), New York (AS), dan Kopenhagen (Denmark).

EIU menggelar survei dua kali dalam setahun. Yakni, pada Maret dan September. Kemudian, hasilnya diluncurkan pada Juni dan Desember.

PT BESTPROFIT FUTURES Divisi riset dan analisis Economist Group itu membandingkan sekitar 400 harga individual (individual prices) 160 produk dan jasa tersebar di 133 negara. Itu Meliputi, makanan, minuman, pakaian, sewa rumah. Kemudian transportasi, tagihan listrik, pendidikan, gaji pembantu, dan ongkos rekreasi, dan lainnya.

Demikian laporan hasil survei terkait biaya hidup global dikeluarkan The Economist Intelligence Unit, kemarin.

Tak hanya Negeri Seribu Satu Larangan, Hong Kong juga memertahankan status sebagai kota dengan biaya hidup termahal kedua di dunia. WCOL indeksnya sebesar 114.

Unggul satu poin dari Zurich (Swiss) yang berada di posisi ketiga dengan indeks 113. Dua peringkat selanjutnya menjadi milik dua kota di Jepang, Tokyo dan Osaka.

Ini merupakan lonjakan signifikan buat kedua kota tersebut. Ini lantaran pada survei sebelumnya, Tokyo berada di peringkat tujuh dan Osaka (9).

Adapun lima peringkat selanjutnya dihuni Seoul (Korsel), Jenewa (Swiss), Paris (Prancis), New York (AS), dan Kopenhagen (Denmark).

EIU menggelar survei dua kali dalam setahun. Yakni, pada Maret dan September. Kemudian, hasilnya diluncurkan pada Juni dan Desember.

Ini merupakan lonjakan signifikan buat kedua kota tersebut. Ini lantaran pada survei sebelumnya, Tokyo berada di peringkat tujuh dan Osaka (9).

Adapun lima peringkat selanjutnya dihuni Seoul (Korsel), Jenewa (Swiss), Paris (Prancis), New York (AS), dan Kopenhagen (Denmark).

EIU menggelar survei dua kali dalam setahun. Yakni, pada Maret dan September. Kemudian, hasilnya diluncurkan pada Juni dan Desember.

Divisi riset dan analisis Economist Group itu membandingkan sekitar 400 harga individual (individual prices) 160 produk dan jasa tersebar di 133 negara. Itu Meliputi, makanan, minuman, pakaian, sewa rumah. Kemudian transportasi, tagihan listrik, pendidikan, gaji pembantu, dan ongkos rekreasi, dan lainnya.

Demikian laporan hasil survei terkait biaya hidup global dikeluarkan The Economist Intelligence Unit, kemarin.