Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai persoalan yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan persoalan yang berat. Namun, pemerintah sudah memikirkan solusi untuk mengatasi permasalahan yang sudah berlangsung lama itu. Best Profit

“Ini bukan masalah yang ringan tapi Pak Menteri BUMN, kemarin kami sudah rapat dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan, yang jelas gambaran solusi sudah ada. Masih dalam proses semuanya,” ujar Jokowi di Balikpapan, Rabu (18/12).

Terkait dugaan tindakan kriminal dalam kasus Jiwasraya, Jokowi menyerahkannya pada aparat penegak hukum.


“Yang berkaitan dengan hukum, itu ranah hukum saja,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan Kementerian BUMN telah menyiapkan skema penyelesaian persoalan Jiwasraya di antaranya restrukturisasi hingga pembentukan induk usaha (holding). Bestprofit

Holdingisasi perusahaan asuransi agar ada cash flow (arus kas) bagi klaim nasabah yang belum berjalan,” jelas Erick.

Kendati demikian, Erick belum bisa memastikan kapan persoalan perusahaan terselesaikan.

“Proses perlu waktu,” katanya.

Sebagai informasi, pada Oktober 2018 lalu, Jiwasraya meminta penundaan pembayaran klaim polis produk asuransi tabungan rencana (saving plan) jatuh tempo sebesar Rp802 miliar akibat tekanan likuiditas.  PT BestProfit

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyebut klaim polis jatuh tempo yang belum dibayar membengkak menjadi Rp12,4 triliun untuk periode Oktober-Desember 2019.

Hexana mengakui tekanan likuiditas terjadi karena manajemen kurang berhati-hati dalam menginvestasikan dana nasabah.

“Penempatan hasil premi sangat jauh dari prinsip kehati-hatian jadi investasi digeser dan ditempatkan pada reksa dana saham dan saham, kenapa pilihannya seperti itu karena kalau dalam surat utang pemerintah tidak terkejar janji return yang diberikan nasabah,” katanya, Senin (16/12) lalu. PT BestProfit Futures