PT BESTPROFIT FUTURES – JAKARTA,  Polisi tengah menyelidiki insiden robohnya jalan layang Tol Depok-Antasari. Dari penyelidikan sementara, girder jalan layang itu diduga roboh karena tersenggol.

null

“Dugaan awal, sesuai informasi pimpinan proyek, Saudara Widyanto, karena tersenggol ekskavator merk Cobelco yang sedang melakukan pengerukan di bawah girder dimaksud,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto di lokasi, Selasa.

Setelah tersenggol, girder kemudian patah dan roboh, menimpa sebuah truk di bawahnya. Beruntung tidak ada orang di truk. Jalan layang yang ambruk itu kini dikalungi garis polisi. – BEST PROFIT

Dekat patahan masih ada dua ekskavator Cobelco. Area proyek ditutup dan semua pekerjaan dihentikan.

Kompas.com masih berusaha menghubungi kontraktor yang mengerjakan proyek jalan layang tol tersebut, yakni PT Citra Waspphutowa, anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

“Ketika tubuh terus berada dalam posisi abnormal, akan terjadi peningkatan tekanan pada otot yang menyebabkan kelelahan, kejang otot, bahkan sakit kepala,” kata Cornett. “Dengan setiap derajat gerakan kepala Anda ke depan atau ke samping, tekanan pada leher Anda jauh lebih besar daripada sekadar menahan berat kepala.” – BESTPROFIT

Cornett menduga kebiasaan ini akhirnya menyebabkan bertambahnya tekanan jangka panjang pada struktur leher lain, seperti sendi dan saraf. Banyak pasiennya yang mengeluhkan ketidaknyamanan itu, bahkan dia juga mengalaminya sendiri.

“Saya memperkirakan kian banyak orang mengeluh nyeri leher atau cedera karena text neck akibat penggunaan teknologi yang terus berkembang,” katanya. – PT BESTPROFIT