PT BESTPROFIT FUTURES – Pemprov Jabar baru saja mengeluarkan status siaga bencana banjir dan longsor sampai Mei 2017. Ketetapan itu sudah ditandatangani Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Hal ini tertuang dalam surat penetapan bernomor 360/284-BPBD dan ditandatangani tanggal 1 November 2016.

Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan lantas meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar dalam posisi siaga mengingat status kebencanaan baru ditetapkan.

“Saya instruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jabar melaksanakan upaya-upaya kesiapsiagaan keadaan darurat, sehingga mampu meminimalisasi potensi dampak bencana melalui penanganan yang bersifat cepat, tepat dan terpadu, seusai ketentuan peraturan perundangan,” kata Aher di Bandung, Rabu (16/11).

Berdasarkan rapat koordinasi antara Pemprov Jabar dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait tanggal 4 September 2016, beberapa daerah memang dipetakan rawan banjir dan longsor.
PT BESTPROFIT FUTURES
Aher juga mengingatkan kepada kepala daerah kota kabupaten se-Jabar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tindakan-tindakan preventif yang diperlukan.

“Kepada masyarakat saya berpesan untuk selalu berwaspada mengingat rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sampai bulan Mei 2017 curah hujan di berbagai daerah di Jabar cukup tinggi,” terangnya.

Pemprov Jabar baru saja mengeluarkan status siaga bencana banjir dan longsor sampai Mei 2017. Ketetapan itu sudah ditandatangani Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Hal ini tertuang dalam surat penetapan bernomor 360/284-BPBD dan ditandatangani tanggal 1 November 2016.

Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan lantas meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar dalam posisi siaga mengingat status kebencanaan baru ditetapkan.

“Saya instruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jabar melaksanakan upaya-upaya kesiapsiagaan keadaan darurat, sehingga mampu meminimalisasi potensi dampak bencana melalui penanganan yang bersifat cepat, tepat dan terpadu, seusai ketentuan peraturan perundangan,” kata Aher di Bandung, Rabu (16/11).

Berdasarkan rapat koordinasi antara Pemprov Jabar dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait tanggal 4 September 2016, beberapa daerah memang dipetakan rawan banjir dan longsor.

Aher juga mengingatkan kepada kepala daerah kota kabupaten se-Jabar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tindakan-tindakan preventif yang diperlukan.

“Kepada masyarakat saya berpesan untuk selalu berwaspada mengingat rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sampai bulan Mei 2017 curah hujan di berbagai daerah di Jabar cukup tinggi,” terangnya.