Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut kinerja investasi daerah Jawa Timur (Jatim) cukup positif meskipun ekonomi dalam negeri sedang tertekan corona. Best Profit

Catatannya, di tengah pandemi, investasi di daerah itu justru berhasil mencapai Rp66,5 triliun pada kuartal III tahun ini atau melonjak hingga 42,3 persen dibandingkan periode sama 2019 lalu yang hanya Rp46,7 triliun. Bestprofit

Tak hanya itu, meski baru mencatatkan pencapaian 9 bulan pada tahun ini, namun realisasi 2020 telah melampaui realisasi tahunan 2018 dan 2019, yang masing-masing sebesar Rp51,2 triliun dan Rp58,4 triliun. PT Bestprofit

Melihat capaiannya sekarang, Bahlil yakin Jatim akan mampu mencapai target investasi yang ditetapkan BKPM. PT Bestprofit Futures

“Investasi Januari-September 2020 di era covid-19 investasi naik,” ujar Bahlil pada East Java Investival 2020, Kamis (26/11). Lowongan Kerja

Melihat kenaikan tersebut, Bahlil pun menyentil eks menteri sosial tersebut. Ia berucap karena kemahiran Khofifah, bisa saja ketua Muslimat NU itu dilirik oleh Pemerintah Pusat.

“Jadi beruntunglah Jatim punya Gubernur seperti Bu Khofifah ini, jangan-jangan negara mau kontrak juga ini,” ujar dia.

Dalam kesempatan sama, Bahlil menyebut kinerja investasi di Jatim itu ditopang oleh posisi strategis daerah itu yang menjadi gerbang logistik melayani Indonesia bagian Timur.

Dia mencontohkan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia yang terletak di Papua namun membangun smelter di kawasan Gresik, Jawa Timur.

Ini dikarenakan Jatim berada di pusat kawasan industri, terletak di wilayah strategis, dan memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni juga relatif murah dibandingkan provinsi lainnya.

“Bayangkan Jawa Timur ini luar biasanya minta ampun, bahan baku tembaga boleh dari Papua tapi bangun smelter di Jatim,” tutupnya.