Lewat Palapa Ring, pemerintah berupaya melakukan pemerataan akses internet cepat hingga ke daerah pelosok, termasuk di Indonesia bagian timur. Total panjang kabel serat optik sekitar 8.454 kilometer akan dibentangkan di wilayah tersebut.

Proyek pembangunan tulang punggung serat optik ini digelar di daerah tidak komersil dari kacamata operator telekomunikasi, sehingga Palapa Ring menjadi jawaban pemerataan akses pita lebar atau broadband di Indonesia.

Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur broadband di 514 kabupaten/kota. Realisasinya baru 400 kabupaten/kota yang terhubung dengan internet kecepatan tinggi. Masih ada 114 kota/kabupaten yang belum terhubung. di mana 57 kota/kabupaten akan dibangun di daerah yang kurang visible secara keuangan dan selesai di 2018.

Palapa Ring dibagi ke dalam tiga paket, yaitu paket barat, paket tengah, dan paket timur. Khusus untuk paket timur, pembangunan infrastruktur ini akan menjangkau 35 kota/kabupaten yang tersebar mulai dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

“Yang paling besar itu di timur. Dari 57 kota/kabupaten tadi, 35 ada di Palapa Ring paket timur dan ditambah dengan kota interkoneksinya menjadi kira-kira sekiar 70-80 kota/kabupaten,” ujar Konsultan Palapa Rig Koesmarihati Koesnowarsono di Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (11/5/2018).

Untuk menghubungkan 35 kota/kabupaten ini, setidaknya kabel serat optik sepanjang 8.454 kilometer digelar oleh PT Palapa Timur Telematika selaku konsorsium pemenang lelang yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Terkait 8.454 kilometer ini sudah mencakup penggelaran kabel darat, kabel laut, dan radio microwave.

Palapa Ring paket timur telah memasuki tahap penggelaran perdana kabel serta optik bawah laut sekitar 4.500 kilometer, di mana sebelumnya untuk kabel darat sudah dilakukan oleh PT Palapa Timur Telematika. Penggelaran kabel serat optik bawah laut perdana ini dilakukan di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Seluruh proses penggelaran kabel laut Palapa Ring Timur akan dilakukan menggunakan 3 (tiga) kapal, yaitu Nostag 10, Pacific Guardian, dan Teliri. Ditargetkan, proses ini dapat rampung pada bulan September, sehingga akhir 2018 bisa beroperasi dan dinikmati masyarakat. BPF

Adapun penggelaran secara detail dari ketiga kapal tersebut, yakni sebagai berikut: BESTPRO

1. Kapal Nostag 10. BEST PROFIT
Penggelaran ini akan dimulai dari Bintuni – Tangguh – Teminambuan – Timika – Agats – Kepi. BEST PROFIT FUTURES
Dengan total panjang kabel 743,925 kilometer. BESTPROFIT

2. Kapal Pacific Guardian. Penggelaran ini akan dilakukan dalam beberapa segmen : BESTPROFIT FUTURES

Segmen 1 : Waingapu – Sabu – Baa – Kupang. PT BESTPROFIT
Segmen 2 : Alor – Wetar – Tiakur.
Segmen 3 : Saumlaki – Tual – Dobo PT BEST PROFIT FUTURES
Dengan total panjang kabel 1.620,415 kilometer

2. Kapal Teliri. Penggelaran ini akan dilakukan dalam beberapa segmen : PT BEST PROFIT

Segmen 1 : Manokwari – Numfor – Sorendiweri – Biak – Seruwi – Botawa – Nabire – Raisiei – Ransiki.
Segment 2 : Tiakur – Saumlaki – Dobo – Timika. PT BESTPROFIT FUTURES
Dengan total panjang kabel 1.950,223 kilometer.