PT Bestprofit – IHSG Ditutup Turun 6,44 Poin ke 5.309.92

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa pekan ini. Penurunan harga minyak menjadi pendorong pelemahan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (10/1/2017), IHSG turun 6,44 poin atau 0,12 persen ke level 5.309.92.

Ada sebanyak 164 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 135 saham menguat dan 120 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.331,13 dan

terendah 5.292,06

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 265.889 kali dengan volume perdagangan 9,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,5 triliun.

saham perkebunan naik 0,72 persen, sektor saham aneka industri naik 0,55 persen dan sektor saham keuangan menguat 0,38 persen.

Sedangkan sektor saham perdagangan turun 0,86 persen dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham pertambangan turun 0,62 persen dan sektor saham

infrastruktur tertekan 0,52 persen.

Investor asing pun mulai melakukan aksi jual mencapai Rp 143 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat betah di kisaran Rp 13.289.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MGNA naik 34,48 persen ke level Rp 78 per saham, saham BINA menanjak 24,71 persen ke level Rp 424 per saham, dan saham MTSM

menguat 24,71 persen ke level Rp 354 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham CANI turun 25 persen ke level Rp 1.080 per saham, saham BMAS tergelincir 22,22 persen ke level Rp 350 per saham,

dan saham NAGA susut 19,71 persen ke level Rp 167 per saham.

Analis BNI Securities Maxi Liesyaputra menjelaskan, pergerakan IHSG pada hari ini terpengaruh dengan regional. Bursa AS dan juga Eropa tertekan karena beberapa

penyebab.

Selain itu, penurunan harga minyak juga menekan saham-saham di sektor komoditas. “Dengan banyaknya sentimen negatif ini mempengaruhi pergerakan indeks,” jelas dia.

Baca juga ” Wall Street Bervariasi Terpicu Saham Energi dan Kesehatan”

Wall Street bergerak di dua arah pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta) terdorong penurunan saham energi dan keuangan yang membebani laju indeks S&P 500 serta Down. Sementara indeks Nasdaq mendekati rekor tertinggi, terdorong saham kesehatan.

Ini terjadi menjelang rilisnya laporan pendapatan dan investor yang mengharapkan perubahan kebijakan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 76,42 poin atau 0,38 persen ke posisi 19.887.38. Sementara indeks S&P 500 turun 8,08 poin atau 0,35 persen menjadi 2.268,9.

Sedangkan indeks Nasdaq Composite bertambah 10,76 poin atau 0,19 persen ke posisi 5.531,82. Delapan dari 11 sektor besar di indeks S&P 500 tercatat lebih rendah.

Saham di sektor energi pada indeks S&P turun 1,5 persen terpicu merosotnya harga minyak di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya ekspor Irak dan output AS bisa meredam dampak dari kesepakatan produsen minyak anggota OPEC untuk membatasi output.

Selain itu, investor mengambil nafas menjelang rilisnya laporan laba kuartal keempat perusahaan dan pelantikan presiden pada 20 Januari.

Indeks S&P 500 telah meningkat lebih dari 6 persen sejak 8 November saat terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, yang telah berjanji melakukan pemotongan pajak, membuat peraturan yang lebih ringan dan mengeluarkan stimulus fiskal.

Kini, investor sedang menunggu untuk melihat apakah Trump benar-benar dapat mewujudkan janjinya.

“Orang-orang menunggu untuk informasi lebih lanjut. Kami sedang menunggu berita politik, kami menunggu untuk laporan penghasilan. Ada banyak ketidakpastian di luar sana. Di bulan ini, saya berharap kita akan melihat beberapa gerakan,” kata Peter Jankovskis, Kepala Investasi Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois.

Sektor keuangan turun 0,8 persen. Saham sektor ini telah naik hampir 18 persen sejak pemilu, dipimpin saham perbankan.

Bank-bank rencananya akan melaporkan keuangannya di kuartal keempat pada akhir pekan ini.

“Ada beberapa harapan kita akan melihat beberapa gerakan ke atas. Investor ingin melihat beberapa laporan yang keluar pertama,” kata Jankovskis.

Adapun saham yang tercatat turun, antara lain Goldman Sachs sebesar 0,8 persen. Diikuti International Business Machine yang susut 0,9 persen dan Exxon Mobil sebesar 1,7 persen.

Sekitar 6,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS dibandingkan dengan 6,6 miliar rata-rata selama 20 sesi terakhir.

PT Bestprofit