PT BESTPROFIT FUTURES – Akhir pekan ini polisi Thailand mendakwa seorang wanita karena kedapatan melakukan pencemaran nama baik terhadap pewaris kerajaan dan bupati melalui akun Facebook.
Seperti diketahui, Thailand memiliki hukum paling ketat di dunia di mana siapapun yang menghina, menfitnah, atau mencemarkan nama baik raja, ratu, pewaris, atau bupati akan dikenakan hukuman penjara 15 tahun.
Menurut keterangan polisi Thewes Pleumsud dari Bo Pud, bagian tenggara pulau Koh Samui, wanita yang belum diketahui namanya itu menulis pernyataan menghina di akun Facebook miliknya Jumat lalu.
“Dia (wanita itu) tidak mengalamatkannya pada mendiang raja, tetapi pada pewaris tahta dan bupati,” Kata Thewes dilansir dari laman Channel News Asia, Senin (17/10), mengacu pada Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, dan Prem Tinsulanonda, 96 tahun.
Prem adalah mantan perdana menteri dan kepala Dewan Penasihat Bhumibol yang nantinya akan menjabat bupati sampai pangeran naik tahta secara resmi.
Thewes menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut karena hal ini bertentangan dengan proses hukum.
Masyarakat yang marah datang ke kantor polisi Bo Pud menuntut agar wanita itu dihukum. Beberapa video yang berisi hujatan kepada wanita itu juga diunggah dan tersebar di laman Facebook.
Polisi mengatakan wanita itu telah didakwa dan telah bersujud meminta maaf di hadapan foto raja yang meninggal pada Kamis lalu.
Setidaknya sudah ada dua kasus serupa yang terjadi setelah kematian raja, dan masyarakat mendesak pemerintah agar menghukum siapapun yang diduga melakukan pencemaran nama baik kerjaan di media sosial.
Untuk menghindari kasus yang sama, Tim Patroli Cyber mengawasi internet untuk mencari pelaku penghinaan sementara sekelompok warga sipil yang loyal terhadap kerajaan juga ikut memantau dan melaporkan jika ada pelanggaran.

PT BESTPROFIT FUTURES – Akhir pekan ini polisi Thailand mendakwa seorang wanita karena kedapatan melakukan pencemaran nama baik terhadap pewaris kerajaan dan bupati melalui akun Facebook.
Seperti diketahui, Thailand memiliki hukum paling ketat di dunia di mana siapapun yang menghina, menfitnah, atau mencemarkan nama baik raja, ratu, pewaris, atau bupati akan dikenakan hukuman penjara 15 tahun.
Menurut keterangan polisi Thewes Pleumsud dari Bo Pud, bagian tenggara pulau Koh Samui, wanita yang belum diketahui namanya itu menulis pernyataan menghina di akun Facebook miliknya Jumat lalu.
“Dia (wanita itu) tidak mengalamatkannya pada mendiang raja, tetapi pada pewaris tahta dan bupati,” Kata Thewes dilansir dari laman Channel News Asia, Senin (17/10), mengacu pada Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, dan Prem Tinsulanonda, 96 tahun.
Prem adalah mantan perdana menteri dan kepala Dewan Penasihat Bhumibol yang nantinya akan menjabat bupati sampai pangeran naik tahta secara resmi.
Thewes menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut karena hal ini bertentangan dengan proses hukum.
Masyarakat yang marah datang ke kantor polisi Bo Pud menuntut agar wanita itu dihukum. Beberapa video yang berisi hujatan kepada wanita itu juga diunggah dan tersebar di laman Facebook.
Polisi mengatakan wanita itu telah didakwa dan telah bersujud meminta maaf di hadapan foto raja yang meninggal pada Kamis lalu.
Setidaknya sudah ada dua kasus serupa yang terjadi setelah kematian raja, dan masyarakat mendesak pemerintah agar menghukum siapapun yang diduga melakukan pencemaran nama baik kerjaan di media sosial. PT BESTPROFIT FUTURES
Untuk menghindari kasus yang sama, Tim Patroli Cyber mengawasi internet untuk mencari pelaku penghinaan sementara sekelompok warga sipil yang loyal terhadap kerajaan juga ikut memantau dan melaporkan jika ada pelanggaran.