DKI Jakarta masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan diperpanjang hingga 25 Juli 2021 untuk PPKM Darurat Jawa-Bali. Namun, dengan dibatasi aktivitas masyarakat, ranjau paku masih mengintai pengendara di jalan raya. Best Profit
Abdul Rohim dari komunitas Saber (Sapu Bersih, komunitas pemburu ranjau paku) masih mendapati banyaknya ranjau paku di jalanan Jakarta selama periode PPKM. Yang terbaru, pagi ini Rohim menyisir Jalan Gatot Subroto dan mendapati ranjau paku tepatnya di depan Balai Kartini. Bestprofit

“Iya setiap hari ada terus. Terutama di ruas jalan Gatot Subroto itu mulai dari Fly Over Slipi, Pejompongan, sampai Pancoran, Cawang itu masih rawan sekali. Walaupun sekarang diberlakukan PPKM darurat ranjau paku tetap masih banyak,” kata Rohim kepada detikcom, Rabu (21/7/2021). PT Bestprofit

Bahkan, beberapa hari lalu Rohim mengatakan pernah menyapu ranjau paku cukup banyak. Jika ditimbang, ranjau paku yang ia dapatkan bisa sampai 1 kg. PT Bestprofit Futures

“Waktu hari apa itu magnet (untuk menyapu ranjau paku) dua-duanya penuh. Dari Slipi sampai fly over Pancoran itu lumayan dapat banyak sekali. Dapat satu kantong kresek itu,” kata Rohim.

Rohim menyebut, selama PPKM ranjau paku masih banyak bertebaran. Malah, jika dibandingkand dengan hari-hari normal sebelum pandemi, ranjau paku di jalanan Jakarta masih sama saja banyaknya.

“Biarpun PPKM, sepanjang oknum tambal bannya buka ya masih rawan sekali. Kalau tadi sekitaran BPK seberang Senayan itu sedikit. Soalnya saya lihat tambal ban yang biasa saya pantau itu nggak buka tadi. Yang ada itu dari Semanggi sampai Pancoran,” ujar Rohim.

Dia menyebut, sepanjang Jalan Gatot Subroto cukup rawan dengan ranjau paku. Menurutnya, yang rawan itu adalah ranjau jari-jari payung. Ranjau jari-jari payung itu bisa membuat ban jenis tubeless langsung kehabisan angin. Berbeda dengan paku biasa yang tidak langsung menghabiskan angin ban tubeless.