Best Profit – Harga Cabai Makin Pedas, Omzet Pedagang Menyusut

Best Profit | Para pedagang mengeluhkan penurunan omzet seiring lonjakan harga cabai, yang mengakibatkan berkurangnya pembeli. Di Pasar Senen, Jakarta Pusat, misalnya harga cabai per kilogram mencapai Rp130.000. Padahal, pada akhir tahun 2016 harga cabai masih di kisaran Rp90.000/kg.

Akibat kenaikan harga tersebut membuat konsumen yang kebanyakan ibu rumah tangga lebih memilih membeli eceran (per ons), sehingga mempengaruhi omzet para pedagangan. “Saya milih beli se-ons Rp10.000. Beli goceng (Rp5.000) enggak boleh sama abangnya,” ujar Yani, 52, ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Senen, Jakarta Pusat

Sementara itu, Ibeng, 32, pedagang cabai mengaku punya cara tersendiri untuk mengantisipasi kebusukan ketika harga melambung tinggi sehingga membuat sepi pembeli.

“Antisipasi kebusukan, ya saya kurangi beli dari induknya. Dulu kalau normal sampai 10 kg pesennya. Sekarang hanya 2-3 kg. Karena pembeli juga jarang,” kata Ibeng.

Selain itu, pedagang cabai rawit giling, Linda, 21 juga mengaku omzetnya turun semenjak harga melonjak. Dia menuturkan stok cabai ditempatnya dikurangi untuk mengantisipasi kebusukan yang dapat mengakibatkan kerugian. “Bos beli barangnya dikurangi, biasanya beli sampe 20 kg, sekarang cuman 10 kilo beli dari induk,” kata Linda.

Sebagai informasi, kenaikan harga hanya terjadi pada cabai rawit. Sementara harga bawang merah, bawang putih, tomat dan bumbu lainnya masih stabil bahkan justru ada penurunan.

Baca Juga ” Cabai Rawit Dijual Rp 140 Ribu per Kg”

Komoditas cabai di sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami lonjakan harga. Di Cianjur, saat ini harga cabai rawit mencapai Rp 140 ribu per kilogram (kg).

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Cianjur, Jumat (6/1/2017) pagi, rata-rata kenaikan untuk berbagai jenis cabai sekitar Rp 20 ribu-60 ribu per kg. Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai jenis rawit. Dari harga Rp 80 ribu per kg, saat ini cabai rawit sudah menembus Rp 140 ribu per kg.

Burhan (28), pedagang sayuran di Pasar Muka, Cianjur menuturkan, kenaikan komoditas sayuran terutama cabai rawit terus merangkak naik sejak akhir 2016.

“Dalam dua hari terakhir ini tembus Rp 140 ribu per kg,” kata Burhan saat ditemui di lapaknya, tadi pagi.

Saat Natal dan Tahun Baru, harga jual cabai di pasar tradisional Cianjur bervariasi. Untuk cabai hijau Rp 30 ribu, cabai merah Rp 55 ribu per kg, cabai tanjung Rp 60 ribu per kg, cabai keriting merah Rp 60 ribu per kg, cabai keriting hijau Rp 32 ribu per kg, dan cabai rawit sekitar Rp 80 ribu per kg.

Tingginya harga cabai membuat penjualan terus merosot karena konsumen mengurangi jumlah pembelian.

“Biasa beli 2-3 kg, sekarang cuma 1 ons paling banyak 1/4 kg. Kalau nyetok banyak takut buruk. Yang ada kita rugi,” kata Dayat (40) pedagang sayuran lainnya.

Ketua Dewan Perwakilan Pedagang Pasar Warungkondang, Cianjur, Enday Hendrayana, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai khususnya jenis rawit salah satunya dipicu belum adanya pasokan baru dari distributor.

“Kalau di Pasar Warungkondang sih harga cabai rawit paling mahal Rp 110 ribu per kg,” katanya.

Melonjaknya harga jual cabai, ucap Enday, menyebabkan merosotnya penjualan. Biasanya, dalam sehari pedagang sanggup menjual 10 kg, tapi sekarang paling tinggi hanya 3 kg.

“Sapa yang mau beli dengan jumlah banyak,” ujarnya.

Siti Aisyah (29), warga yang ditemui tengah berbelanja sayuran di Pasar Induk Muka Cianjur mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga cabai yang meroket. Padahal sehari-hari ia harus belanja cabai untuk kebutuhan usaha kulinernya.

 

Best Profit