PT BESTPROFIT FUTURES – Harga cabai di Makassar saat ini naik tiga kali lipat, mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya seharga Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu. Harga cabai yang melambung begitu tinggi itu sebagaimana yang terpantau pagi ini, Rabu (4/2) di Pasar Terong, salah satu pasar tradisional terbesar di Makassar.

Menurut pedagang grosir di Pasar Terong, kenaikan harga kali ini yang terparah karena di tahun-tahun sebelumnya hanya di kisaran Rp 80 ribu per kilogram di periode yang sama, dengan kondisi cuaca yang sama.

Syarifah (50), salah seorang pedagang mengatakan, kenaikan harga cabai yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram itu mulai Selasa (3/1). Tetapi sejak Minggu (1/1), stok cabai mulai kosong.

“Cabai biasanya saya ambil dari Malino di Kabupaten Gowa, Kabupaten Enrekang. Biasanya juga dari Kabupaten Takalar tapi kali ini cabai dari daerah tersebut benar-benar kosong. Cabai ini sudah dua kali pindah tangan. Saya ambil di tengkulak harganya Rp 90 ribu per kilogram jadi saya jual Rp 100 ribu per kilogram,” kata Syarifah.

Stok cabai benar-benar menipis. Kata Syarifah, Selasa kemarin hanya dapat 2 kilogram cabai. Dan pagi ini dapat 7 kilogram. Itu pun diperkirakan cabai ini sudah bakal habis terjual sore nanti.

Pedagang yang sudah 10 tahun menjual sayur mayur ini mengatakan, kurangnya stok cabai biasanya dikarenakan banyak petani gagal panen dan juga banyaknya petani beralih ke padi kala musim hujan tiba.

Pantauan di Pasar Terong pagi tadi, sangat kurang terlihat cabai di lapak-lapak para pedagang. Padahal biasanya, tiap pedagang selalu jual cabai bersama jenis sayur mayur lainnya.

“Sudah beberapa hari ini saya tidak jual cabai karena harganya mahal. Saya pilih beli dan jual sayur mayur yang lain saja sambil tunggu harga cabai turun,” tutur Sangging (32), juga salah seorang pedagang sayuran di Pasar Terong.

Menurut pedagang grosir di Pasar Terong, kenaikan harga kali ini yang terparah karena di tahun-tahun sebelumnya hanya di kisaran Rp 80 ribu per kilogram di periode yang sama, dengan kondisi cuaca yang sama.

Syarifah (50), salah seorang pedagang mengatakan, kenaikan harga cabai yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram itu mulai Selasa (3/1). Tetapi sejak Minggu (1/1), stok cabai mulai kosong.

“Cabai biasanya saya ambil dari Malino di Kabupaten Gowa, Kabupaten Enrekang. Biasanya juga dari Kabupaten Takalar tapi kali ini cabai dari daerah tersebut benar-benar kosong. Cabai ini sudah dua kali pindah tangan. Saya ambil di tengkulak harganya Rp 90 ribu per kilogram jadi saya jual Rp 100 ribu per kilogram,” kata Syarifah.

Stok cabai benar-benar menipis. Kata Syarifah, Selasa kemarin hanya dapat 2 kilogram cabai. Dan pagi ini dapat 7 kilogram. Itu pun diperkirakan cabai ini sudah bakal habis terjual sore nanti.

Pedagang yang sudah 10 tahun menjual sayur mayur ini mengatakan, kurangnya stok cabai biasanya dikarenakan banyak petani gagal panen dan juga banyaknya petani beralih ke padi kala musim hujan tiba.