Dalam tiga minggu belakangan, lebih dari 1.000 gempa Bumi kecil dilaporkan terjadi di wilayah San Bernandino dan Riverside di California, Amerika Serikat. Usut punya usut, salah satu negara bagian paling terkenal di Negeri Paman Sam itu memang jadi langganan rentetan gempa dari tahun ke tahun.

Pada 2015, misalnya. Di sebuah kota kecil bernama Fillmore, pernah terjadi lebih dari 1.400 gempa dengan skala terbesar menyentuh magnitudo 2.8. Selain itu, di tahun yang sama, Lembah San Ramon pernah diguncang 4.000 gempa dalam rentang waktu lima bulan.

Meski demikian, pada akhirnya, tidak ada gempa besar yang menutup rentetan guncangan kecil itu, sebagaimana yang kerap ditakutkan. Walau begitu, bukan berarti para ahli melepas kekhawatiran terhadap bencana dahsyat dari gempa-gempa kecil itu.

Kalau mau berkaca, maka bencana di Italia dan Jepang beberapa waktu lalu bisa menjadi contoh yang konkret. Di Negeri Pizza, pada 2009, lebih dari 300 orang meninggal akibat dari gempa berkekuatan magnitudo 6,3 di L’Aquila.

Beberapa jam sebelumnya, bencana tersebut diawali dengan gempa kecil berukuran magnitudo 3,9. Sayangnya, salah satu petugas sempat menyatakan bahwa situasinya tampak tidak berpotensi untuk menimbulkan bahaya yang lebih besar. BPF

Kemudian, pada 2011, Negeri Sakura diterjang gempa Bumi berkekuatan magnitudo 9 yang menyebabkan tsunami. Banyak orang yang tidak mengindahkan protokol untuk mengungsi lantaran dua hari sebelumnya, terjadi gempa magnitudo 7,3 yang belum memberikan dampak signifikan pada saat itu BESTPRO

Walau para ahli tidak boleh berdiam diri dalam melihat potensi bencana besar, John Vidale, profesor seismologi dari University of Southern California, mengatakan sulit untuk mengomunikasikan risiko tersebut ke publik. BEST PROFIT

“Peningkatan potensi bahaya dari rentetan gempa hanya naik dari sangat rendah menjadi rendah. Dan mengatakan ke publik bahwa ada peluang 1:1.000 ketimbang peluang 1:10.000 terjadinya gempa Bumi hari ini sangat sulit,” ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari Los Angeles Times, Kamis (20/6/2019). BESTPROFIT

Ya, sejumlah ahli memang mengakui bahwa kecil kemungkinan bagi rentetan guncangan untuk menghasilkan gempa yang lebih besar. Meski begitu, paling tidak, California sudah mengalami tiga kali bencana besar yang diawali dengan guncangan kecil sebelumnya. BESTPROFIT FUTURES

Pada 1857, gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang bagian tengah dan selatan dari California. Ia diawali dengan gempa Bumi berskala magnitudo 5,6 dan magnitudo 6,1 beberapa jam sebelumnya. PT BESTPROFIT

Kemudian, pada 1989, gempa Bumi magnitudo 6,9 menghantam sebelah utara California. Dalam rentang waktu 2-4 bulan sebelumnya, sempat terjadi gempa berkekuatan magnitudo 5,4 dan magnitudo 5,3. PT BEST PROFIT FUTURES

Salah satu yang bisa dibilang terkini terjadi pada 1992. Saat itu, sebelah selatan California diguncang gempa magnitudo 6,1. Ia memulai rentetan bencana gempa Bumi magnitudo 7,3 dan magnitudo 6,3 beberapa bulan setelahnya. PT BEST PROFIT

Seringnya negara bagian berlambang beruang ini diguncang gempa diakibatkan oleh pergerakan lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara. Lempeng pertama bergerak ke arah utara dan mengikis lempeng Amerika Utara secara horizontal dengan skala sekitar 50 milimeter tiap tahunnya. PT BESTPROFIT FUTURES

Lebih lanjut, sekitar 2/3 dari total pergerakan itu terjadi di patahan San Andreas dan patahan-patahan lainnya, seperti San Jacinto, Elsinore, dan Imperial. Seiring berjalannya waktu, patahan-patahan tersebut menghasilkan sekitar separuh dari total gempa berdampak signifikan di California, sekaligus juga gempa-gempa minor. BEST PROFIT FUTURES