Pesta olah raga terbesar se-Asia saat ini masih berlangsung di Indonesia. Kemeriahannya tidak hanya terasa di lapangan, namun juga di bisnis merchandise.
PT BESTPROFIT
Hal tersebut dijelasaskan Director Business Development PT Madonna Variakreasi Jimmy Widjaja. Ia merupakan produsen Boneka Maskot Asian Games, Bhin Bhin, Atung dan Kaka.
BEST PROFIT
Ia menjelaskan, sejak dimulainya acara pembukaan acara Asian Games peningkatan penjualan boneka melonjak menjadi 300%. Jimmy menjelaskan, saat ini ia kewalahan untuk memenuhi permintaan dari para konsumen yang datang dari berbagai penjuru daerah bahkan penjuru negeri.
BESTPROFIT

“Kewalahan tentu, karena ini di luar prediksi kita. Kita (Indonesia) kan belum pernah seperti ini, malah di awal awal penjualan yaitu di awal tahun 2018 bisnis lambat sekali, baru saat pembukaan banyak permintaan untuk boneka ini. Baru pas ada pembukaan Asian Games, itu penjualan naik 300%,” kata dia kepada detikFinance, di kawasan FX Sudirman, Jumat (24/8/2018).

Jimmy menjelaskan saat penjualan sepi beberapa pihak ikut membantu. Seperti pengadaan boneka untuk kantor pemerintahan, kementerian sampai beberapa acara di Jakarta.

Banyak kawan kawan yang sama-sama masih dalam helatan Asian Games mendukung dan meminta boneka sebagai hadiah tangan untuk dibagikan dalam sebuah acara.

“Saat awal awal Maret ke Juni, Juli itu sepi lah kita lemas. Sampai apa kita bakal gulung tikar atau seperti apa. Sampai di toko- toko juga belum banyak yang terjual,” kata dia.

Ia menjelaskan, saat ini sia sudah membuat sekitar 15.000 boneka yang tersebar di berbagai daerah. Produksi tersebut, terdiri dari 8, dan 12 inci.

“Kalau yang premium collection kita buat yang 8 sama 12 inci, total itu mungkin ada sekitar 15.000 untuk semua item yang untuk masyarakat. Itu yang untuk atlet ada kita buat khusus 6.200 boneka. Bedanya ang untuk produksi boneka untuk atlit itu, bonekanya ada medalinya,” ujar dia.

Ia menjelaskan, sebelum permintaan melonjak produksi dan juga penjualan sempat lambat. Ia mengatakan hambatan tersebut berasal dari panjangnya waktu libur karyawan saat Lebaran.

“Kan sebelumnya ada Lebaran dan lain sebagainya, ini kan produksi lokal jadi kita harus memang atur tanggalnya juga sangat tepat. 15.000 itu bertahap nggak semua. Awal itu mungkin hanya produksi 2.000 sampai 3.000 boneka per Januari dan 3.000 pic itu kita bagi menjadi tiga ukuran 8,10, 12 inci,” jelas dia.

Ia menjelaskan, ia tidak hanya memproduksi boneka. Namun juga beberapa maskot dalam bentuk lain. Hal ini dilakukan untuk menambah keberagaman untuk para konsumen memilih.

Selain itu keberagaman produksi juga dilakukan sebagai strategi penjualan agar berbagai merchandise memiliki harga harga yang beragam.

“Jadi itu per Maret itu kita sudah buat rencana produksi, ada juga koleksi premium dan Kawai Plus yang mata bonekanya besar. Kita juga banyak juga versi lain. Ada juga yang bentuk juga telor ada juga yang bola juga, variasinya juga banyak. Jadi yang kita konsultasi juga memang untuk harga yang internasional itu juga harga yang kita jual juga memang murah di mereka,” kata dia.

Selain itu mengenai penetapan harga boneka yang saat ini dijual, menurut Jimmy masih dirasa terlalu murah.

“Bahkan yang paling mahal menurut kita juga yang Rp 199.000 itu menurut mereka (wisatawan asing) murah. Boneka paling besar 12 inci. Kita jual yang di Alfamart itu kita jual itu ada yang Rp 79.500 jadi kita mencari teknik bagaimana supaya semua lapisan masyarakat bisa membeli. Bisa menikmati dan bisa membeli merchandise,” papar dia.

Namun, ketika ditanya mengenai total penjualan per hari Jimmy mengaku tidak memiliki data spesifik. Ia hanya menjelaskan mengenai total barang yang diproduksi hingga Maret 2018 mencapai 250.000 item.

“Sekarang ini karena sebagai retailnya dari character land kita belum dapat data. Kita saja saya kasih tahu kita kasih boneka awalnya kita kirim 20.000, produksinya kan tadi saya bilang bertahap 15.000 karena kita banyak desain. 15.000 itu untuk boneka yang 12 inci aja. Mungkin kalau dijumlah boneka yang tottem, yang kecil sampai yang besar juga kita sudah produksi 250.000 boneka,” kata dia.

Dari data yang dihimpun detikFinance ada beberapa jenis boneka maskot Asian Games yaitu boneka telur dijua dengan harga Rp 29.500, boneka bola Rp 99.500, gantungan kunci boneka Rp 39.500 dan masih banyak lagi.